Thursday, December 11, 2014

Bertaruh

*this post will be very annoying. It is highly recommended that you skip reading this post. Thanks.

Jika postingan ini di-publish mungkin ini akan menjadi postingan saya yang ke tiga malam ini dimana mungkin lagu Damn Girl dari Justin Timberlake yang dari tadi tanpa sadar keputer repeat di WMP, mungkin sekarang sudah 20 kali putaran.

HP masih mati. Saya masih gak yakin saya bisa bales line-line itu dengan "manis" kalau sekarang. Buktinya saya nulis tiga kali aja belum ada yang di-post. Yah mudah-mudahan tulisan yang ini gak separah yang dua sebelumnya. Yang saking sarkas-nya, levelannya udah bukan sarkas lagi tapi beneran harus disensor. Ih bukan lagi kesetanan nulis atau gimana. Lagi pengen curhat aja sih hehe. Blog is a good media because most people don't care about what I write. So if I want to blab like a thousand times, I guarantee, nobody cares. Hehe.

Blair Waldorf pun bosan.

KECEWA adalah kata yang berat. Semacam, gak suka banget gitu loh dengan kenyataan yang tidak selalu berbanding lurus dengan harapan. Misalnya saya berharap kehidupan B ini baikkk banget gak ada celanya sama sekali. Padahal sebenernya udah lama compang-camping. Hanya saja saya pura-pura sudah sehat. Lagian, mau saya sakit atau sehat, emangnya ada yang peduli? Seperti saya yang suka pura-pura peduli pada kesusahan orang yang akhirnya malah nyusahin diri sendiri. Kasian banget ya.


Faktanya semua orang selalu merasa jadi korban. Korban apa? Korban keadaan, bisa jadi. Padahal kalau dipikir-pikir, saya ini apa sih? Figuran? Mending figuran masih dibayar. Lah saya mah numpang lewat doang, kayak, ketauan nguping terus yaudah deh diceritain semuanya. Aslinya saya kesusahan juga sih. Tapi ketika orang selalu berpikir bahwa masalahnya adalah yang terberat, saya suka muak aja gitu. Setiap orang punya sudut pandang sendiri dalam menentukan mana yang berat dan mana yang ringan. Orang aja masih bertengkar tentang mana yang lebih berat antara kapas 1 kg dengan batu 1 kg (asumsinya, tempatnya punya gaya gravitasi yang sama deh). Yang kayak gitu aja orang masih beda pendapat, wajar sekali jika tingkah laku manusia diterjemahkan dalam 100 macam persepsi.


Sampai titik ini saya masih beristighfar dan berusaha mendaftar hal-hal yang baik yang harus saya pedulikan (OMG bos ngasih saya PR bikin presentasi, deadline-nya besok pagi!) dibandingkan dengan hal-hal buruk (atau yang menurut saya buruk) yang terus-terusan bercokol di kepala saya. Ini pasti setan lagi nari-nari nih. Makanya saya harus istighfar. Kenapa sih harus semarah ini? Kenapa sih harus sekecewa ini? Padahal bukan urusan saya.

Sekarang saya berani bilang kalau orang yang memutus hubungan karena takut kecewa itu pengecut. Saya sudah lama banget sih jadi pengecut, bahkan sampai sekarang. Ketika ada perdebatan yang ngeselin, saya biasanya pergi. Makanya saya gak mau jadi pengecut lagi. Lebih baik saya bertaruh. 


*Playlist akhirnya saya tambah dengan Stronger by Glee (Britney cover). Thank you Soundcloud.

Pada akhirnya hanya kepada-Nya-lah kita bisa berharap. Menduakan-Nya, akibatnya seperti ini. Ya Alloh, hamba lelah. Tapi hamba gak mau mereka pergi. Bagaimana menjelaskannya ya. Mungkin saya aja yang masokis. Atau saya tanpa sadar sudah berbuat jahat juga, ya saya mana tau. Saya takut banget ngecewain orang. Sumpah. Tapi pada akhirnya manusia saling mengecewai satu sama lain. Ya itulah seninya berhubungan. Asal ada jalan untuk meluruskannya lagi, mungkin belum terlambat.

Saya bukannya gak mau denger. Tapi kalau harus mendengar hal yang sama sebanyak 100 kali, apa saya jadi jahat kalau menolak?

Over-thinking. Selalu kayak gitu selama hampir 25 tahun. -_-"

Btw saya nemu lagu bagus. Ada band indie bernama Daughter yang nyanyiin lagu berjudul Youth. Saya suka banget liriknya:

And if you're still breathing, you're the lucky ones.
'Cause most of us are heaving through corrupted lungs.
Setting fire to our insides for fun

Collecting names of the lovers that went wrong

I'm just a silhouette,
I'm a lifeless face that you'll soon forget.

Saya harap ini hanya mimpi buruk. Sekali lagi, maaf untuk yang pernah tersakiti dengan ke-ikut-campur-an saya.

2 comments:

WOW Thank you!