31.10.14

Krisis 24 Tahun 9 Bulan

Akhir-akhir ini saya gampang sekali marah.

Gak ngerti deh, jangan-jangan saya lagi memasuki fase krisis seperempat abad?? Umur belum dua lima sih (tapi bentar lagi, huhu). Tapi mungkin karena kebiasaan berada di lingkungan (dan kelas) yang orang-orangnya satu dua tahun lebih tua di atas saya, mau gak mau saya jadi sok tua dan sok dewasa. Tapi lupakan tentang itu. Ini tentang krisis yang lain, yang lagi menyerang otak dan hati saya sampai-sampai susah kerja, susah tidur, juga susah makan (lebayyy).

Clue yang pertama: "Buat apa sih curhat?"

Sudah lama sih pengen bahas tentang curhat-mencurhat ini. Saya termasuk tukang curhat sih, tapi selalu ada beberapa rahasia yang saya simpan untuk diri saya sendiri, misalnya keburukan-keburukan saya, pikiran-pikiran buruk, dsb (dan belakangan yang ini sering kebongkar sendiri). Bukan songong atau apa, tapi saya lebih banyak dicurhatin daripada curhat. Dan dari situ saya berpikir, ternyata, 90% curhat sebetulnya bukan mencari solusi, tetapi mencari afirmasi.

Lho, statistik dari mana itu? Hehe. Maaf, itu hanya angka asal-asalan berdasarkan observasi pribadi. Makanya saya biasanya memperhatikan pola si pencurhat ketika menceritakan sesuatu. Dia itu sebetulnya ingin mencari pandangan (walaupun saya jarang bisa ngasih solusi), atau cuma ingin didengarkan? Bahkan ada juga yang suka curhat dan cuma ingin mengeluh seolah dia orang paling menderita di dunia ini. Untuk yang ini biasanya sih saya hindari. Hehe.

Kalau mau sih saya pengen tutup kuping aja, ketika ada curhatan yang saya gak suka (misalkan dari tipe pencurhat nomor tiga tadi). Tapi ternyata saya gak bisa secuek itu. Saya kasihan.
When your words mean nothing, I go la la la (Naughty Boy ft. Sam Smith - La La La).