Friday, December 26, 2014

Otaku Life 1/3: Arfa

A dream isn’t something that someone tells you to go for. It’s something you fulfill of your own will. - Mashiro Moritaka (Bakuman).

If you take a look closer to my posts, you will realize that I spent so much time to write about my dreams. Yah.. memang menyenangkan dan gak pernah capek sih membicarakan mimpi. Apalagi jika mimpi (atau mimpi-mimpi) itu belum semuanya tercapai. Semacam, booster yang membuat kamu ingat kenapa kamu masih hidup, atau kenapa kamu masih bertahan di kehidupan yang sekarang. Lalu kenapa tiba-tiba saya mau ngomongin tentang mimpi lagi ya? Di umur segini, pas saya lagi pulkam nih, tiba-tiba saja saya keinget lagi mimpi itu. Betul. Saya punya satu mimpi yang saya pikir saya sudah lama menyerah. Sudah lamaa banget apalagi setelah sekarang saya punya kehidupan yang ini. Semuanya jadi terasa seperti fatamorgana. Dulu saya mau jadi apa ya?


Yuhuu. Komikus. *Rasanya sudah lamaaa sekali, semacam sudah lupa.

Hehe. Mungkin bagi para pembaca yang belum tau, bisa liat di sini atau di sini. Oh dan di sini juga. Yaaa memang penggemar manga seperti saya itu tidak bisa jauh-jauh dari yang namanya manga atau komik. Waktu saya baru pertama kali punya email (domain email saya waktu itu menggelikan: d2wizn_sasuke), saya langsung daftarin email itu ke milis komik indonesia (gak tau ya itu milis masih aktif gak sih soalnya email yang itu sudah dihapus). Tujuannya tentu aja: saya pengen buat komik! Ah gak penting sih mau komik apa manga. Apa bedanya emang?

Monday, December 15, 2014

High

I am conducting an experiment. Biasanya saya ngeblog saat hati lagi 'gak beres. Ah whatever. Minimal otak rada terganggu. Makanya alurnya selalu dan selalu, dari sok-sokan menyenangkan, beralih ke sarkastis lalu beralih ke down luar biasa. Hmm tapi ini gak tau deh. Dari tadi pagi kayaknya mood bagus banget gitu. Gak tau kenapa. Hahaha. I am feeling high for no reason.

Weekend ini saya gak ke mana-mana. Mencoba kembali jadi diri sendiri sih ceritanya. You know, ngulet di kasur, baca buku, nonton DVD, dengerin musik atau browsing-browsing. Sejak pindah ke kamar No. 2 sebulanan ini, saya jadi suka pengen cepet balik ke kosan. AC-nya dingin, ruangannya luas, terus wifi-nya kenceng. Kemaren sampai bisa download 4 film dan itu memuaskan banget! Film-film yang sudah lama saya pengen tonton sih soalnya dan saya gak tau cara download-nya (hadeh selama ini ke mana aja). Kayak gitu pun sudah bikin ketawa-ketawa sendiri. Hehe. Hmm mungkin karena saya tipe orang yang kalau sudah suka sama sesuatu itu bakalan sangat suka sampai terobsesi, makanya ketika kesampaian, yaah luar biasa senengnya.

My mantra.
Ah percobaan ini sia-sia. Ternyata saya gak bisa nulis kalau lagi high. Ha ha ha. Oke deh. maaf, satu postingan tidak menarik lagi. Semoga masih pada mau baca blog saya lain waktu ya. He he.

Sunday, December 14, 2014

Dear Anonymous

A not-so-kind comment was came uninvited to my previous post (pardon me, I've deleted it) last week. Unfortunately, this person (or robot, or alien, who knows?) forgot to write her/ his name on the comment. I've already got an "anonymous" commentator in my blog so I asked him directly if it was him. But now he said it wasn't him. Usually, I could find out who left the comment easily. I mean, most people are easy to predict, like from the writing style. At first glance I thought it was somebody on the blog, because it was so sarcastic (or I thought so?).
"A little advice to you, if you think your blog didn't 100% affect anybody or at least someone may read it, why don't you write in your own private diary that so limited only one or two people you allowed could read it?"

Gosh. Who are you?

Thursday, December 11, 2014

Bertaruh

*this post will be very annoying. It is highly recommended that you skip reading this post. Thanks.

Jika postingan ini di-publish mungkin ini akan menjadi postingan saya yang ke tiga malam ini dimana mungkin lagu Damn Girl dari Justin Timberlake yang dari tadi tanpa sadar keputer repeat di WMP, mungkin sekarang sudah 20 kali putaran.

HP masih mati. Saya masih gak yakin saya bisa bales line-line itu dengan "manis" kalau sekarang. Buktinya saya nulis tiga kali aja belum ada yang di-post. Yah mudah-mudahan tulisan yang ini gak separah yang dua sebelumnya. Yang saking sarkas-nya, levelannya udah bukan sarkas lagi tapi beneran harus disensor. Ih bukan lagi kesetanan nulis atau gimana. Lagi pengen curhat aja sih hehe. Blog is a good media because most people don't care about what I write. So if I want to blab like a thousand times, I guarantee, nobody cares. Hehe.

Blair Waldorf pun bosan.

KECEWA adalah kata yang berat. Semacam, gak suka banget gitu loh dengan kenyataan yang tidak selalu berbanding lurus dengan harapan. Misalnya saya berharap kehidupan B ini baikkk banget gak ada celanya sama sekali. Padahal sebenernya udah lama compang-camping. Hanya saja saya pura-pura sudah sehat. Lagian, mau saya sakit atau sehat, emangnya ada yang peduli? Seperti saya yang suka pura-pura peduli pada kesusahan orang yang akhirnya malah nyusahin diri sendiri. Kasian banget ya.

Saturday, December 6, 2014

Gara-gara Nila

Lucu sekali akhir-akhir ini rasanya. Capek. Bukan capek dengan kerjaan, atau pemberitaan miring tentang perusahaan tempat saya bekerja yang menjurus fitnah dari orang yang merasa dirinya "ahli" (terus yang menyebarkan sambil bernada provokatif padahal situ gak tau bener/ salahnya, saya tanya: "buat apa?"), atau musibah yang lagi menimpa kota asal saya. Itu lho, Cheribell, yang katanya sudah membikin 11 orang meninggal dan 70 lainnya dilarikan ke RS. Lagian sih ya, ngapain juga pada minum gituan. Biar gak stress? Jangan-jangan saya harus nyoba juga. Ah tapi saya gak se-stress itu.

Capeknya capek karena orang.


Kayaknya saya capek aja sendiri. Kayak antusias sendirian gitu. Hmm.. ternyata sering bareng-bareng aja gak cukup. Jadi bingung sih, apa di umur segini, ikatan seperti itu tidak ada?

Monday, December 1, 2014

The Employee Wears (No) Prada

No no no, I don't have any Prada with me. In fact the closest thing with that so-called branded thing in my closet are perhaps my low price Converse sneakers. Right. This is about the movie: The Devil Wears Prada. I watched it over and over again - especially whenever I feel my (career) life has reached the lowest point and well the best quote I found interesting (and to remind me why I am here for) is:

"A million girls job seekers would kill for this job." (it was said 3 times during the movie).
Warning: I'll mix the story about the movie with my current actual life.

Kendall Jenner as the model. But the outfit resembles our working outfit lol.

So today is apparently the 3rd year of me being here in the company. I mean it's not officially the third year because I've spent the first year (minus 10 days, you know why) only for my job training and the next years until now has been the real job. Well, if you've been on my blog since the beginning where I posted almost anything dramatically special (with a significant amount of whining lol) about how I get this job, you'd know that what I've been through is not always stagnantly nice. It was a lot of dynamics stuff combined into one and another satirical drama. Luckily, this year it wasn't so bad.

Guess what, I think I'm starting to enjoy this.