9.3.15

Analisis Gerbang

Setelah diamati dengan seksama, ternyata tingkat popularitas blog ini sangat berbanding lurus dengan semua akun sosial media yang saya punya. Gak bisa dipungkiri sih, kebanyakan pembaca saya datang dari Facebook, dimana saya cuma iseng-iseng naro link dan tidak terlalu berharap ada yang datang (karena sekali lagi, saya tidak berteman dengan 700 orang di situ), tapi ternyata banyak juga yang klik link itu. Kemudian gerbang ke dua ternyata adalah Path. Iya, suatu sosmed yang ceritanya buat private sharing yang mana jumlah teman di situ dibates cuma 500 orang. Hmm sebenernya sudah sangat lama saya gak pake gerbang yang ini. Sudah terlalu banyak teman kantor (yang lagi-lagi, tidak 200 orang itu saya kenal benar) yang kayaknya gak terlalu berhak disuruh baca blog saya yang aneh ini.



Mau lebih parah? Dulu ada gerbang ke tiga, saya sering taro link blog saya di status BBM. Sekarang sejak bos saya ada di situ saya jadi mikir seribu kali hehehe. Twitter sih sudah di-set biar otomatis naro link saya jadi itu gak dihitung gerbang masuk blog yang "sengaja" di-unlock. Google juga menempati posisi atas bagaimana blog ini bisa terbaca orang. Saya tau banget sih, nama dan alias saya ini sangat Google-able. Dan memang sengaja juga sih dibikin unik biar beda gitu (hoho).

Terus pas saya liat-liat statistik blog akhir-akhir ini ternyata menurun. Terutama buat postingan yang baru-baru saya tulis - yang isinya kebanyakan aneh dan satire. Yang sering naik daun justru ya yang masih nangkring di FB. Atau yang keyword-nya sangat mudah ditemukan seperti yang ada hubungannya dengan film atau fenomena masa kini *cielah. Buktinya bisa anda liat di sidebar kanan. Itu urutan entry populer per harinya. Saat entry ini ditulis sih yang The Employee Wears (No) Prada itulah yang di atas. *makes sense, right?

Kembali ke tujuan awal nge-blog: buat apa nge-blog? Tujuan utama saya sudah pasti, portfolio. Makanya banyak sekali tulisan dengan tag illustration di sini. Link-nya juga saya share di Illustration Friday kalau seandainya memang temanya cocok. Itu bisa banget jadi gerbang utama buat pengunjung blog. Hanya saja mereka hanya tertarik dengan gambar saya. Tulisan random lainnya? Sifatnya pribadi, tapi masih boleh dibaca. Jadi saya gak terlalu gembar-gembor sih. Anehnya, saya agak terganggu kalau ada orang yang nyebar-nyebarin link blog saya dengan nada meremehkan kayak "Tuh si dewi punya blog tuh, alamatnya blablabla". Is this some kind of joke to you, pal? Saya gak butuh gerbang yang dibuka paksa seperti itu. Hehe.

Hal lain yang cukup mengganggu adalah, ada juga yang Google nama saya tanpa disuruh. Entah dasarnya kepo karena suka, atau benci. Asal tau aja, dua kali saya kena masalah gara-gara blog saya. Gak tau deh, mungkin terlalu sarkastis? Namun tolong digarisbawahi, bahwa saya gak pernah nyuruh mereka baca. Mereka Google sendiri. Sungguh!

Akhirnya, saya mengambil keputusan yang cukup ekstrem. Yup. Saya potong dua jalan masuk ke blog ini: Facebook dan Path. Yang dimaksud potong di sini gak sekedar berhenti sharing, tapi yah.. dihapus permanen.

*moment of silence*

Bukan alasan utama sih sebenernya, hanya saja ketika sebuah media sudah tak lagi menyenangkan untuk diikuti, untuk apa dipertahankan? *cielah bahasa gue* Setelah rada introspeksi, ternyata FB dan Path itu ngeselin. Gak tau ya, ngeselin aja. Belum lagi rasa harus jaim. Yaiyalah isinya orang-orang kantor, dan seribu orang yang gak kenal baik lainnya. *Eh apa bedanya dengan blog? Bukannya blog lebih publik ya. Beda dong. Orang gak harus tau apa yang saya tulis di sini kecuali mereka follow (dan follower saya masih dikit, so no problem), atau mereka kepo.

Oke deh. Anggap saja saya saat ini sedang sakit. Gak hanya mata kanan yang bengkak (sumpah saya gak tau ini kenapa bengkak begini - bikin gak PD banget), tapi juga otak kanan yang bengkak, ditambah hati yang bengkak karena kebanyakan penyakit. Astagfirulloh!!! Yah, pokoknya, mari saling mendoakan, supaya keanehan ini tidak berlanjut.

No comments: