21.5.15

Teru Teru Bozu

"Hei, kenapa menggantungkan itu?"
"Biar hujan nggak turun"
"Memangnya kenapa kalau turun?"
"Aku akan keburu mati sebelum aku bunuh diri"
"Kamu mau bunuh diri?"
"Ya, asal nggak hujan."

(DHBP - 2007).

Jadi tiba-tiba saya teringat dengan salah satu novel favorit saya: Dan Hujan Pun Berhenti karangan Farida Susanty. Saya tertarik melihatnya karena cover novel itu bergambar boneka kain putih yang digantung di atas langit-langit. Iya. Kalau suka nonton anime atau baca manga pasti familiar dengan boneka tersebut. Dialah si teru teru bozu. Ah tapi saya gak akan bahas buku itu. Mungkin lain kali ya. Lagian blog ini tidak spesifik bahas-bahas buku atau apa. Hanya coretan dari pikiran-pikiran aneh, kadang gak ada artinya.
 
Teru Teru Bozu. My version. Terlihat cute padahal tidak berguna.
Katanya sih, teru teru bozu itu adalah semacam simbol atau jimat penghalau hujan. Orang-orang Jepang percaya bahwa boneka itu mewakili biksu di zaman dahulu yang pernah menjanjikan akan menghentikan hujan kepada petani. Hehe. Kalau saya sih gak percaya ya. Dan gak mengamalkan juga. Saya sering bikin waktu kecil dan hanya nganggap dia boneka untuk main-main saja. Tapi tidak menjadikannya teru teru bozu beneran. Dibilang just for fun juga gak boleh 'kan. Namanya beragama gitu. Cuma saya tertarik aja dengan filosofi di baliknya.

Menggantungkan harapan lewat sebuah simbol, ialah si teru teru bozu itu. Kita tidak mau hujan datang. Jadi kita berharap. Lewat apa? Gantungkan teru teru bozu supaya langit bisa lihat. Tipulah ia supaya ia ragu menurunkan hujan. Padahal langit itu pintar; tidak akan tertipu oleh sepenggal teru teru bozu. Gini deh. Di mana logikanya, langit akan menuruti teru teru bozu? Dia hanya sebuah boneka kecil. Kenapa bisa berharap dengan sebuah boneka kecil tanpa daya? Mungkin kita sedang sangat lemah dan desperate.

Berharap. Ya. Berharap. Semua orang perlu itu. Tapi kepada teru teru bozu? Sia-sia saja. Hujan akan tetap datang. Jadi kamu akan keburu mati bahkan sebelum ia datang. Tapi ya sudah kan. Asal gak bunuh diri.

"Aku adalah hujan. Kalo kamu gak suka, gak apa-apa. Silakan berteduh."
- Pidi Baiq.

No comments:

Post a Comment

WOW Thank you!