17.9.15

The Product

If you're not paying for it, you're not the customer. You're the product. - lifehacker.
Lama saya mikirin quote di atas. Bener sih. Kadang-kadang semua terasa gratis dan bebas. Hidup gratis. Udara gratis. Kalau punya kerjaan bagus, malah semua terasa cukup sehingga rasanya menjadi seperti gratis. Yah, seharusnya disyukuri sih. Kamu bisa nikmatin apapun yang kamu mau dengan jentikan jari saja (situ ratu Cleopatra?). Well nope. I was being lebay and sarcastic here.


Sedikit mikir. Buat apa nulis blog di sini. Blog saya yang ini sudah berasa seperti sebuah produk. Perlu mikir seribu kali untuk publish satu postingan saja. Karena, yah, pembacanya lumayan banyak. Tapi itulah hidup. Sebetulnya kitalah produknya. Apalagi internet. People do judge. Kita bebas. Tapi kita harus peka kritik dan toleran terhadap saran. Kadang saya males dengan stigma kayak gitu. Tapi dasaran saya orang biasa yang semi sanguinis, walaupun ceritanya pengen misterius, tetep aja ada rasa caper. Haha. Golongan darah B (entah ada hubungannya atau enggak sih). Well. I wanna quit for a while. Sindrom seperempat abad atau apalah. Kepala saya penuh. Mungkin saya kebanyakan baca teori yang gak penting.
We buy do things we don't need, to impress people we don't like. - Fight Club, 1999.
Blog juga. Nulis sesuatu yang (katanya) bagus supaya bisa dikatain bagus. Deviasi? Saya capek. Saya tidak tangguh sama sekali. Mungkin saya memang harus istirahat.