Thursday, March 26, 2015

Membalikkan Kebiasaan

Teorinya, manusia bisa mempunyai kebiasaan baru ketika sesuatu diulang-ulang selama minimal 6 hari. Versi dosen pembimbing saya dulu sih, 7 hari atau 7 kali.

Betul tuh, saya lagi "lelah" dengan yang namanya "kebiasaan". Terlebih, saya juga gak yakin ini baik atau buruk.

Gambar sederhana ini hanya bonus. Cermin dari kebingungan seorang manusia. Pulpen dan Pastel di atas kertas.
***
“Alangkah mengerikannya menjadi tua dengan kenangan masa muda yang hanya berisi kemacetan jalan, ketakutan datang terlambat ke kantor, tugas-tugas rutin yang tidak menggugah semangat, dan kehidupan seperti mesin, yang hanya akan berakhir dengan pensiun tidak seberapa.”
– Menjadi Tua di Jakarta, Seno Gumira Ajidarma
Saya tidak kerja di Jakarta sih. Tetapi kerja kantoran dari jam 7 sampai jam 4 is definitely not my favorite thing. Terlebih ketika setiap hari harus ketemu dengan kerjaan yang itu-itu juga, dengan orang yang itu-itu lagi, dan membahas topik yang itu-itu terus. Celakanya, karena hal ini sudah berlangsung lima hari dalam seminggu dan (dalam kasus saya) terpelihara selama lebih dari tiga tahun, kerja rutin sudah menjadi kebiasaan yang gak bisa ditawar-tawar lagi. Ya bagaimana lagi. Kita tidak melakukan sesuatu sesederhana atas dasar suka atau tidak suka. Orang dewasa punya pikulan yang disebut "tanggung jawab". Kepada siapa? Dirinya. Keluarga. Tuhan.

Saturday, March 21, 2015

Bad Blood

Small fact about me, I love Taylor Swift. I put a lot of her songs in my playlist and often sing along with it for her songs have not much too high or too low note. I have some favorite songs from her albums and currently I'm in love with everything in 1989 Album. Especially Bad Blood.

My attempt of drawing Taylor Swift. Pen and oil pastel on a plain paper.

bad blood
noun
  1. ill feeling.
    "there has always been bad blood between these families"

Here I'm not gonna tell you about her, tho. Yet I'm not going to write another random opinion about the song but this post is a lot related with the powerful meaning of the lyrics. Well, I found the song is interesting since it has a girl to girl relationship. We girls hate each other, they said. We stare at each other to validate something, judging each other and at some point when we don't like what we see, we'll be like, "Ew! I'm still better" (sort of that). That's not entirely true. We girls compete with each other - that's true. That's why we wear make up and wear brands, right?

Thursday, March 19, 2015

The Coward's Vanity

Perhaps your anxiety over how others perceive you is just a coward's version of vanity. - anonymous.
Emang bener sih. Terlebih bila ini tentang diri kita sendiri, bahwasanya kenapa kita sangat "pemikir" dan seolah-olah sangat gak pede itu ternyata adalah bentuk lain dari kesombongan seorang pengecut. Iya. Kita terlalu mikirin gimana orang akan mandang kita sehingga takut dan malu untuk ngapa-ngapain. Padahal sih ya udah. Kamu 'kan 'gak harus ke-pede-an sampe-sampe ngerasa orang akan capek-capek menilai. *Iya sih, orang yang tukang menilai sih adaaaa tapiii memangnya harus peduli sama mereka?
Those who mind don't matter and those who matter don't mind - anonymous.

Skip it. Itu cuma intro.

Kehidupan B sekarang agak aneh dan membingungkan. Yah, mungkin waktu itu beberapa orang sedang mengalami gejolak remaja - entahlah, saya 'kan bukan remaja - terus saya kena imbas, atau memang saya-nya aja yang kebanyakan tingkah. Tapi yaudah, no big deal.

Wednesday, March 11, 2015

Mengelola Ekspektasi

Orang yang tidak suka dibohongi, sudah pasti tidak akan berbohong. Begitu juga dengan orang yang tidak suka dikasih janji-janji palsu (emangnya kampanye), insya Allah tidak akan mengobral janji sembarangan. Lantas bagaimana jika orang yang benci kebohongan dan benci janji palsu, tapi masih tidak bisa menghindar dari berbohong atau ngobral janji?

Kemungkinan besar orang ini akan dicap munafik.

Tapi mari berpikir bijak. Segala sesuatu tidak ada yang instan. Yep. Semua orang butuh proses. Hanya saja, jangka waktu berproses ini yang beda-beda tiap orang: ada yang lama, ada yang cepet. Ada yang progress-nya kelihatan, ada yang enggak. Sekali lagi, kita semua berproses.
Yuno Gasai. My current anime obsession.
Beruntunglah kita yang sempat mengenal orang-orang seperti ini karena kita jadi bisa mengelola ekspektasi. Lho iya kan? Apakah kita akan mengharapkan orang yang hobby ngaret untuk on time? Apakah kita akan mengharapkan orang yang suka bohong untuk jujur? Apakah kita akan mengharapkan si ceroboh untuk teliti? Hehe maaf kalau analoginya tidak apple to apple. Tapi makes sense kan?

Monday, March 9, 2015

Analisis Gerbang

Setelah diamati dengan seksama, ternyata tingkat popularitas blog ini sangat berbanding lurus dengan semua akun sosial media yang saya punya. Gak bisa dipungkiri sih, kebanyakan pembaca saya datang dari Facebook, dimana saya cuma iseng-iseng naro link dan tidak terlalu berharap ada yang datang (karena sekali lagi, saya tidak berteman dengan 700 orang di situ), tapi ternyata banyak juga yang klik link itu. Kemudian gerbang ke dua ternyata adalah Path. Iya, suatu sosmed yang ceritanya buat private sharing yang mana jumlah teman di situ dibates cuma 500 orang. Hmm sebenernya sudah sangat lama saya gak pake gerbang yang ini. Sudah terlalu banyak teman kantor (yang lagi-lagi, tidak 200 orang itu saya kenal benar) yang kayaknya gak terlalu berhak disuruh baca blog saya yang aneh ini.



Mau lebih parah? Dulu ada gerbang ke tiga, saya sering taro link blog saya di status BBM. Sekarang sejak bos saya ada di situ saya jadi mikir seribu kali hehehe. Twitter sih sudah di-set biar otomatis naro link saya jadi itu gak dihitung gerbang masuk blog yang "sengaja" di-unlock. Google juga menempati posisi atas bagaimana blog ini bisa terbaca orang. Saya tau banget sih, nama dan alias saya ini sangat Google-able. Dan memang sengaja juga sih dibikin unik biar beda gitu (hoho).

Terus pas saya liat-liat statistik blog akhir-akhir ini ternyata menurun. Terutama buat postingan yang baru-baru saya tulis - yang isinya kebanyakan aneh dan satire. Yang sering naik daun justru ya yang masih nangkring di FB. Atau yang keyword-nya sangat mudah ditemukan seperti yang ada hubungannya dengan film atau fenomena masa kini *cielah. Buktinya bisa anda liat di sidebar kanan. Itu urutan entry populer per harinya. Saat entry ini ditulis sih yang The Employee Wears (No) Prada itulah yang di atas. *makes sense, right?