Sunday, May 6, 2012

Hitched and Armed

It's Illustration Friday post again! For this hitched-session I decided to draw this dark-bride picture. Fun fact about me, I always love the Corpse Bride movie and image. Couple days ago I also saw the Rec movie poster (haven't seen the movie, though) and so inspired. Well so it came like this:

Armed-bride: pen and ink, plus photoshop-ed.

For you who haven't seen the trailer, go here. Watch out! It's full of z-o-m-b-i-e-s!!

Friday, May 4, 2012

OJT: Let Us Begin..

*Bahasa again, cz this is gonna be emotional..

Packing adalah sesuatu yang kalau bisa, aku ingin sekali hindari. Kenapa? Karena packing identik dengan perpindahan, kepergian, keberangkatan, perpisahan... Seperti yang terjadi pada kami, para siswa BPS M&T Batch II 2011 hari Minggu lalu. Rasanya baru kemarin, kami dipertemukan di RSPP Jakarta setelah sebelumnya digabung dengan BPS divisi lain di PLC Simprug, lalu diberangkatkan ke Cepu untuk mengikuti pelatihan selama 2 bulan. Setelah itu tiba-tiba saja kemarin segalanya menjadi dipercepat.

Setelah singgah di Cirebon seminggu, kami diantar kembali ke PLC Simprug dan diberangkatkan lagi ke tempat OJT masing-masing. Sebagian ada yang dikirim ke Medan, Palembang, Balikpapan, bahkan Papua.

Jadi pada akhirnya ternyata kami harus berpisah di situ. Oleh sesuatu bernama "OJT".

Kronologis:

RSPP mungkin adalah tempat pertama dimana anak-anak M&T dipersatukan. Soalnya pas kelas bahasa Inggris, kami dipisahkan ke dalam 3 kelas yang berbeda sesuai nomor urut absen kami. Aku waktu itu masuk di kelas C karena nomor absenku 66 (buncit ya). Banyak yang aku dapat dari kelas ini. Bukan saja aku yang lebih nyaman dengan bahasa Inggris tulisan, menjadi terbiasa berbicara (walaupun tidak fasih) dengan bahasa ini, tetapi juga kadar ke-anti-sosial-anku berkurang karena aku merasa ada orang-orang yang bisa kuajak bicara di sana. Apalagi guru bahasa Inggrisnya asik: selalu gak hilang ide buat nyiptain game-game yang seru dan bikin kami harus berinteraksi satu sama lainnya. Kelas lain bilang kami kelas autis. Bukan aja karena provider untuk kelas kami yang beda sendiri, tapi juga memang kami akui kalau orang-orang di kelas ini cukup independen. Itulah kenapa aku suka di situ. Sampai rasanya gak mau pisah kelas.