4.5.12

OJT: Let Us Begin..

*Bahasa again, cz this is gonna be emotional..

Packing adalah sesuatu yang kalau bisa, aku ingin sekali hindari. Kenapa? Karena packing identik dengan perpindahan, kepergian, keberangkatan, perpisahan... Seperti yang terjadi pada kami, para siswa BPS M&T Batch II 2011 hari Minggu lalu. Rasanya baru kemarin, kami dipertemukan di RSPP Jakarta setelah sebelumnya digabung dengan BPS divisi lain di PLC Simprug, lalu diberangkatkan ke Cepu untuk mengikuti pelatihan selama 2 bulan. Setelah itu tiba-tiba saja kemarin segalanya menjadi dipercepat.

Setelah singgah di Cirebon seminggu, kami diantar kembali ke PLC Simprug dan diberangkatkan lagi ke tempat OJT masing-masing. Sebagian ada yang dikirim ke Medan, Palembang, Balikpapan, bahkan Papua.

Jadi pada akhirnya ternyata kami harus berpisah di situ. Oleh sesuatu bernama "OJT".

Kronologis:

RSPP mungkin adalah tempat pertama dimana anak-anak M&T dipersatukan. Soalnya pas kelas bahasa Inggris, kami dipisahkan ke dalam 3 kelas yang berbeda sesuai nomor urut absen kami. Aku waktu itu masuk di kelas C karena nomor absenku 66 (buncit ya). Banyak yang aku dapat dari kelas ini. Bukan saja aku yang lebih nyaman dengan bahasa Inggris tulisan, menjadi terbiasa berbicara (walaupun tidak fasih) dengan bahasa ini, tetapi juga kadar ke-anti-sosial-anku berkurang karena aku merasa ada orang-orang yang bisa kuajak bicara di sana. Apalagi guru bahasa Inggrisnya asik: selalu gak hilang ide buat nyiptain game-game yang seru dan bikin kami harus berinteraksi satu sama lainnya. Kelas lain bilang kami kelas autis. Bukan aja karena provider untuk kelas kami yang beda sendiri, tapi juga memang kami akui kalau orang-orang di kelas ini cukup independen. Itulah kenapa aku suka di situ. Sampai rasanya gak mau pisah kelas.
Makanya ketika kami sampai di Cepu.. ternyata tiba-tiba kelasnya dibagi dua dan dipecah ulang! A very bad idea at the moment.
Kelas C Bahasa Inggris di PLC.

Terus jadilah kita disatukan dengan orang-orang baru. Ada orang-orang lama juga sih, yang sudah akrab duluan pas kelas Bahasa Inggris. Tapi, kombinasi orang-orang yang berbeda itu seringkali menghasilkan obrolan yang berbeda juga loh. Itulah kenapa, orang-orang yang dulu dekat denganku pas bahasa Inggris itu, pas di Cepu malah jadi jauh. Dan ada juga yang jauh jadi dekat. Tapi yang tetap dekat juga ada. Kayak aku dan teman-teman sekamar (sekampus, sejurusan, sekelas). Ada sih, saat-saat kami gak dekat. Karena beda kelas dan beda kegemaran. Beda teman-teman gaul juga. Yah tapi rasanya gak usah lah kita bahas yang beda-beda gitu. Yang penting kompak.

Serunya di Cepu, bagiku adalah dari segi subyeknya: mungkin karena banyak orang yang berubah selama di sana. Atau malah itu sifat asli mereka? Misalnya nih, aku 'kan banyak dibilang sebagai orang pendiam dan pemalu. Tapi tiba-tiba aja pikiran mereka berubah setelah kenal aku beberapa minggu. Katanya aku lebih ekspresif. Bahkan ada yang gak percaya aku tidak sanguinis. Ngeeeek. Hm sejujurnya aku juga 'gak tau sih apa aku beneran seperti itu. Karena yang aku tau sih, kepribadian orang kan dibentuk oleh didikan orang tua, mindset-nya dia saat dia dewasa, plus lingkungan. Seperti fenotipe yang ditentukan oleh genotipe dan lingkungan. Hehe.

Yah pokoknya selama dua bulan itu aku banyak mendapat pelajaran dari pengalaman yang berharga. Gak bisa diceritakan semua di sini sih. Mungkin ada beberapa yang berkesan banget, seperti:

1
Jadi ketua

Aku produk lama, udah lulus kuliah sejak 2010 lalu, jadi menjadi ketua lagi (walaupun cuma ketua piket dan ketua kelas) cukup menyadarkanku bahwa jadi pemimpin itu SULIT. Dan lagi, saat kamu menjadi pemimpin, ngerasa gak sih, waktu yang sedang berputar di sekelilingmu itu, tiba-tiba melambat? Ini serius loh. Makanya sekarang aku paham kenapa posisi pimpinan seperti manager, VP, dsb., itu digaji berkali lipat lebih besar daripada anak buahnya. Karena mereka menjalani waktu dengan porsi yang lebih lama daripada orang biasa yang non pimpinan. Sama-sama 24 jam sehari tapi rasanya beda aja.
Nametag pas di Cepu.

2
Wearpack

Aku benci pake wearpack. Karena selain panas, ukurannya juga kegedean buatku. Sepatunya juga. Mengingatkanku pada sepatu tentara itu loh.

Kelas B Kelas Cepu

3
Own Use (Gossip)

Aku sudah belajar sejak masa KKN di 2009 itu, bahwa ketika orang-orang dikumpulkan dalam satu bangunan dalam waktu cukup lama untuk membuat mereka selalu berinteraksi setiap hari, mereka akan sampai pada suatu titik JENUH dimana hal-hal remeh seperti GOSIP adalah bumbu tersendiri. Sialnya, aku kebagian peran di sini. Sebenarnya sih aku tidak terlalu concern soal itu. Lagian itu 'kan sudah seperti kesenangan buat mereka yang menggosipkan. Yang bikin kesal adalah, saat gosip itu membuat orang yang dekat menjadi jauh karena saking jenuhnya digosipin! Memang kadang orang berbicara soal kesenangan yang kadang tidak menyenangkan untuk orang lain. Tapi aku santai aja sih. Walopun sempet marah juga beberapa kali. *maaf ya bagi yang pernah lihat.

no pic = hoax ? :P

4
Protagonis

Jadi buat kenang-kenangan bahwa kita pernah bareng-bareng di Cepu ini, beberapa temanku berinisiatif bikin video dokumentasi. Isinya gak jauh-jauh dari keseharian kami selama di Cepu. Tapi karena yang bikin tuh orang-orang super kreatif yang dewa banget, akhirnya video itu menjadi sesuatu banget. Emosinya dapet, ceritanya oke, editingnya mantap, yah pokoknya keren banget lah. Dan yang lebih keren lagi, aku jadi tokoh utamanya. Hehe. Gak juga sih cuma karena kebetulan aku punya blog, tiba-tiba aja mereka nunjuk aku. Padahal aku kurang suka di-shoot kamera gitu. Bikin canggung. Apa boleh buat. *padahal seneng* Tapi serius deh aku seneng banget mereka libatin aku dalam pembuatan video ini. Bukan soal jadi aktrisnya, tapi bikin-bikin properti shooting gitu, dan kadang sumbang saran buat editing (walo suka gak penting.hehe). I'm proud to be a part of the team.
Mas Fendi, Mas Fajar, Dewi, Ginar, Ega, Chassan.

5
Tomcat

Tomcat adalah sejenis serangga yang jika dia mengeluarkan cairan dari tubuhnya, jika kena kulit akan bikin kulit gatal dan berbekas seperti biduran. Pas di Cepu itu lagi musim tomcat makanya kita semua serba paranoid. Ada juga yang kena herpes. Macem-macem lah penyakit anak asrama.

6
Asosiasi

Ini gara-gara ada salah seorang trainer kami yang memberi tugas supaya kami melakukan marketing intelligence soal asosiasi tentang salah satu teman kami. Jadi orang itu harus melakukan riset mengenai orang yang menjadi obyek risetnya. Terus nantinya mereka akan ngobrol dari hati ke hati, sharing, sambil saling mengenali kekurangan dan kelebihan masing-masing. Lucunya, gara-gara tugas asosiasi ini, tiba-tiba aja orang-orang jadi sadar untuk introspeksi diri. Ketika ketemu, mereka akan nanya "eh emang menurutmu aku orangnya gimana sih?" . Semacam itu. Ada yang puas dengan hasilnya, ada juga yang tidak. Yah semua kan kembali pada diri masing-masing.

7
Bukan siapa-siapa

Ini terjadi gara-gara bercandaan temanku. Sebut saja Risal. Dia punya dua teman baik yang selalu bareng-bareng dia sejak Cikole. Kita sebut aja namanya Bagus dan Ipul. Yang lucu adalah, mereka sepantaran soal umur dan ukuran (hehe). Sifat mereka juga hampir sama. Yah ada bedanya sih. Kayak, Risal orangnya lumayan stylish dan hobbynya ngerjain orang lain, nge-mall liatin cewek-cewek. Terus Bagus orangnya serius tapi bisa diajak asik, terus peduli banget sama orang lain. Sementara Ipul, orangnya apa-adanya banget. Nyablak tanpa bikin emosi orang yang dia katain. Dia yang paling tua dan dewasa di antara bertiga itu. Kesamaan mereka adalah, mereka orangnya senang tampil dan berani kalau ditunjuk ngapa-ngapain. Buat mereka, gak ada yang gak bisa dilakuin. Salut lah.

Back to topic tadi, nah kebetulan sejak Cepu itu aku berteman baik dengan mereka bertiga. Ipul dan Risal sekelas denganku sejak bahasa Inggris. Sementara Bagus sekelas sejak Cepu itu. Aku gak tau juga kenapa kami bisa nyambung ya. Kalau dengan Ipul, aku sering curhat berbagai masalah. Tiap aku kena mental gara-gara banyak hal (ya, aku sering kesinggungan), dia pasti yang memberi pandangan positif. Bagus, punya sifat yang mirip denganku. Makanya bisa saling memahami walaupun sering juga debat ini-itu. Risal? Dia sering banget jailin aku. Sepi kalau gak ada dia karena gak ada yang bisa aku siksa. Hehe.

Jadi kenapa aku bilang kalau kami "bukan siapa-siapa?" Hm mungkin lain kali aku cerita di blog deh. Yang jelas, aku sih emang bukan siapa-siapa. Hehe. (dimarahin Ipul kalau dia baca ini). Intinya, kenal sama mereka bertiga, bagai menemukan saudara-saudara baru ketika aku jauh dari saudara-saudara kandungku di rumah. Terima kasih!

Risal, Ipul, Dewi, Bagus.

Apa lagi ya? Yah banyak deh. Terlalu banyak sampe bingung juga mau nulis apa lagi. Tapi yang pasti, Cepu itu udah kayak tempat penggojlokan. Supaya kami bisa saling kenal, saling memahami, dan saling melindungi satu sama lain. Yang menyebalkan adalah, aku selalu terlambat sadar. Aku terlambat menyadari kalau kebersamaan itu berharga, langka, dan kadang sulit dibentuk lagi ketika semuanya diusik. Dan saat aku melihat mereka yang OJT di luar Jakarta itu berangkat masuk ke dalam bis menuju bandara, tiba-tiba saja aku merasa sedih. Baru sadar kalau kami gak akan pernah bisa melalui hal-hal seperti di Cepu itu. Rasanya gak akan bisa sama lagi, dan kami akan sulit bertemu dalam waktu yang lama.

Tapi kemudian aku sadar, yang penting, kami harus bertemu lagi dan kami semua harus sukses. Kami harus jadi siapa-siapa. Aku yakin kami pasti bisa. Seperti slogan kami dalam yell-yell:

Bisa! Harus Bisa! Pasti Bisa!


November 2012. Akhir OJT. Insya Allah. Kami akan bertemu lagi. Amiin.

3 comments:

  1. huwaaaaa, akhirnya OJT pun harus dilalui. Kita pun saling terpisahkan. T_T
    "bukan siapa-siapa" sebuah kata-kata inspiratif dari interaksi kamu dan risal. mungkin interaksi itu sempat menyakitkan atau mungkin masih? tapi kuharap hapuslah sakit itu. kau bilang sendiri dia itu suka jahil, nah itu hanya bagian dari kejahilan. trust me!
    oleh karena itu, kuanggap saja sekarang kita semua itu memang "bukan siapa-siapa". dan pesanku adalah jadilah "sesuatu" ketika kita berkumpul kembali. OK sahabat sahabat dan sahabitku :D

    ReplyDelete
  2. yang saya setuju:
    gosip makes everything sesat pada tempatnya
    (entah apa artinya saya juga bingung, hahahahha)

    5 bulan kerasa begitu cepet
    percaya de, OJT yg 7 bulan ini bakal kerasa cepet bgt
    n tau2 kita smua kumpul uda pada bawa anak masing2
    :D
    btw ntar aku kenalin de anaknya VP Project Management, anakku
    :DDDDD

    semangat bro n sis
    klo ada perlu apa2 jgn sungkan minta bantuan
    saya selalu siap
    :)

    ReplyDelete
  3. hmmmmmm....
    inilah hal yg paling aku benci
    jujur ngomong nih
    aku dah dua kali nangis,, pass di sharing session sama farewell
    aku paling benci perpisahan.
    mmmm aku minta maaf yaahh mungkin kata2 itu sumbernya dari saya
    n mudah2an itu menjadi icon kita ... persahabatan kita di BPS.
    November adlh waktu yg kita nanti2kan untuk bersua kembali dan disaat itulah kita sudah menjadi org yg sebenarnya..
    satu pesan ingat kejailannku yaaa karna mungkin itulah yg akan membuatmu kangen sama saya :P
    Ok CES... ;)

    ReplyDelete

WOW Thank you!