Saturday, June 22, 2013

How's Life?

I'M STILL ALIVE! So sorry for not writing too much lately because I've been soooo busy trying to fit in on my first months. You know, the job isn't really alike with how I was pictured it before coming to this place. It's waaaay busier than I thought it was. So it's been 2 months since my last post about my life before I got moved from Medan to Padang. Yeah. Padang. I've never dreamed about this before but here I am. Still in Sumatra, and well, still *cough* in HSE. Padang is so much different from Medan. The culture, the people, the traffic (Oh! I have to blab about traffic, huh), the food.. but unfortunately, the punctuality issue is apparently the same. :( So how's life in Padang?
See? Batunya mirip dengan orang lagi sujud. Katanya ini Malin Kundang yang dikutuk jadi batu itu tuh.

From here I'll continue in Bahasa Indonesia. I add picture everywhere so everyone still can enjoy it, no? ;)

Foto ini diambil pas saya masih di hotel (belum tinggal di rumah dinas).


Let's jump to the main topic ya. Saya di sini gak akan cerita soal bagaimana kesan saya terhadap kota Padang atau pekerjaan saya yang sekarang. Tapi ini soal masalah kehidupan. Jadi bedanya di Medan dan di Padang adalah, di Medan saya ngekost dan di Padang saya tinggal di rumah dinas. Well, di awal saya speechless banget. Tau gak, pas di Medan saya pernah bolak-balik ruangan HR gara-gara mati-matian nolak tinggal di rumah dinas (dengan 1001 alasan, tapi yang paling penting sih, enakan ngekos bersama teman-teman kali dibanding tinggal sendirian di rumah dinas, anak muda gitu loh. hehe). Eh sekarang nyampe Padang saya harus tinggal di rumah dinas. Dan gak ada pilihan lain berhubung di deket kantor saya itu gak ada tempat bernaung senyaman rumah dinas *ceilaa* Untungnya, bener aja, rumah dinas di sini bagus-bagus. *jingkrak*
Rumah dinas saya. Kebeneran ini bekas rumahnya Mr. B yang baru aja pindah.

Rumahnya enak banget lah. Alhamdulillah. Isinya juga lengkap (ini sih gara-gara saya beli isi rumahnya ke orang yang baru aja pindah dari Padang ke Semarang). Bahkan kegedean. Kamarnya tiga, kamar mandi tiga, ada garasinya.  Jelas kegedean buat orang yang tinggal sendirian dan gak bisa punya kendaraan. Udah gitu parnoan lagi. Sempet kepikir untuk ngajak keluarga tinggal di sini tapi akhirnya gak jadi karena toh keluargaku punya keluarga juga di sana hahaha (ketawanya miris). Akhirnya sebisa mungkin semua ruangannya saya bikin berfungsi supaya tetap bersih dan gak berkesan creepy (walo tetep ada 3 ruangan gak dipake karena saya bingung mau dipake apa yaa).
Denah rumah dinas saya. See? It's WAY too BIG for me. T_T
Sekarang udah enak sih, peralatannya juga udah lengkap (I spend SO MUCH buat beli perkakas dapur dan alat-alat kebersihan). Ditambah, ada emak-emak kerja bersih-bersih di rumahku tiap Senin s.d. Jum'at. Alhamdulillah, saya akhirnya tinggal mikirin masak dan nyuci aja.

Ngomong-ngomong soal masak, hmm, saya orangnya gak jago masak. Bisa lah dikit tapi bukan masakan yang bisa dibanggain yang bisa dimakan orang lain kecuali saya sendiri (haha, ngerti kan artinyaaa). Jadi gini, saya termasuk orang yang telat belajar. Sampai saat ini, saya masih waswas kalau mau ngegoreng benda-benda yang banyak garamnya atau banyak airnya. Kayak ikan-ikanan atau tahu gitu. Biasanya kan minyaknya muncrat-muncrat tuh kena kulit. Kalau ngegoreng benda-benda gituan saya jadi berasa kayak main anggar.

Metode menggoreng ikan teknik anggar.

Gak bisa dirubah tuh kebiasaan sejak di rumah dulu. Masak iya saya harus pake APD pas masak? Hehe. Okelah, ini masih bisa diatasi. Belajar 'kan gak ada kata terlambat. Sekarang, berhubung di Padang teman saya gak banyak, saya jadi jarang jalan ke mall dan lebih banyak di rumah nongkrongin DVD atau masak-masak. Bersih-bersih juga tuh karena si emak yang kerja di rumah saya kerjanya gak gitu bersih (maklum udah tua, dipekerjakan pun karena kasian dia gak ada pemasukan). *meh! sejak kapan saya jadi obsesif kompulsif gini dah*

Yang jadi masalah besar adalah..

kalau mati lampu.

Sejak kecil saya takut banget sama gelap. Fobia apa tuh ya namanya. Yang jelas kalau gelap biasanya pusing terus engap gitu deh (hmm mungkin karena dulu saya nakal makanya sering dihukum dikunciin di kamar gelap gitu). Dan kondisinya di sini sering mati lampu. Inilah yang terjadi kalau mati lampu:

Mandangin laptop dengan lilin menyala sebanyak-banyaknya.
Saya selalu punya lilin dan geretan yang ditaro di tempat yang mudah dijangkau. Kalau mati lampu biasanya saya nyalain lilin yang banyak. Mau tidur pun waswas juga sih takut lilinnya jatoh terus kebakaran (jangan sampe deh). Senter yang rechargeable juga ada tapi udah beberapa hari ini saya lupa naro. *bergegas beli senter baru besok*

***

Jadi how's life lately?

Bosen. Kangen sama orang rumah dan teman-teman sering banget kejadian.  Apalagi sekarang kemungkinan besar tidak ada mudik lebaran. Well, sangat sedikit orang yang bisa cocok dengan aku. Susah nyari orang yang nyambung dan bisa ngobrolin segalanya. Mereka semuanya jauh. Cuma bisa ketemu di BBM, twitter, whatsapp, line chat, sesekali FB dan telepon (I'm not a telephone person either) - thanks for the technology. Sesekali nimbrungin blog mereka (kalau ada) kalau lagi ngilang sehingga saya tampak seperti orang kepo kronis.

My artsy-side is like, hiding somewhere I can't find it just yet. Agak pusing dengan perubahan yang keseringan dan tiba-tiba ini. Dinamis itu memang bagus, dibandingkan statis terus terjebak di zona nyaman. Tapi dinamis yang gimana dulu nih. Akhirnya aku menyibukkan diri dengan hal lain. Ikut les bahasa Inggris biar bahasa Inggrisnya capcus, mungkin bakal les nyetir juga supaya bisa dapat SIM A (mobilnya pinjam orang dulu aja sih haha). I wonder who will I be when I "graduated" from here.

Hmm..semua ujian pasti ada artinya. Allah gak ngasih ujian yang gak bisa kita lalui. My friend once said, "orang besar diuji dengan hal yang besar juga". Jadi jika aku termasuk orang yang besar, lalu ujian ini, atau harus kubilang rahmat ini, merubahku, maka perubahannya harus positif. Kalau enggak, maka kebosanan ini akan sia-sia.

Don't curse boredom, for it will get you more creative. And for being creative, you'll surely survive anything. Insya Allah.

*so sorry ya tiap ngepost pasti alurnya menurun dari ceria ke pasrah hahahay*


Ohiya beberapa hari lalu sempet main ke Bukittinggi pas rekan kerja dari Medan kebetulan dinas ke sini. I'll post the story later ya. *Yankumi spirit: on!*

6 comments:

WOW Thank you!