28.8.14

Together Forever

It's been a while since I finished my drawing. And today I got a little bored, so..okay, this one is my submission for Illustration Friday this week. I was inspired by Bastet, a cat Goddess in Egypt and at first I tried to draw it (look at the necklace!). But then it turned out like this, so yeah..this was unplanned. I'll leave it to you to interpret the meaning of the illustration.

2B Pencil on a plain paper. Retouched by Photoshop CS6.
By the way, I posted the drawing process on my Instagram (yeah! I'm on Instagram, too). Feel free to visit and you can follow me if you like (I mean, WITH PLEASURE!). :))

6.8.14

Memilih Lingkaran

in·ner cir·cle
noun
  1. an exclusive group close to the center of power of an organization or movement, regarded as elitist and secretive.

Sejak jadi pengembara, bisa dikatakan saya beberapa kali berganti teman, atau kerennya sih "inner circle" alias lingkaran orang-orang yang sering barengan, kalau gak dikatakan geng. Walaupun tolok ukur jumlah teman tidak bisa dilihat dari jumlah teman di FB, follower di twitter ataupun Path. Well, mostly, teman di FB adalah semua orang yang kita kenal ditambah dengan orang yang punya teman yang sama dengan kita (mutual friends, dan jumlahnya bercabang-cabang), plus orang yang punya bisnis terus nge-Add kita, dsb. Twitter, lebih ke selera juga sih. Kadang orang-orang yang nge-follow kita itu entah siapa lah. Path? Dalam kasus saya, Path selain isinya teman seangkatan kuliah, seangkatan kerja, dan beberapa alumni satu sekolah (yang masih deket), isinya juga partner kerja yang kita kenal dan kebetulan pas hang out, dia ada dan mau di-tag gitu. Terus karena saya sudah pernah mutasi beberapa kali, maka teman kantor saya menjadi banyak banget. Ya.. gak semuanya dekat. Kenal biasa aja kebanyakan. So, where are my real friends?

Sumber
What we see isn't always what it means to be. Seperti, ada temanku yang kurasa cukup populer. Orangnya juga asik. Setiap nge-post di Path pasti emoticon atau komennya banyak. Ya.. yang komen sih biasanya itu-itu aja. Tapi tetep aja kalau gak temennya memang tukang komen, dia mungkin populer. Tapi tau nggak, ternyata pas kemaren kita ngobrol yang serius, dia gak ngerasa teman dia sebanyak itu. Dia bilang "susah berteman sama aku". Hmm.. sama sih aku juga gitu soalnya haha. Ya maksudnya 'gak gampang nganggap seseorang itu teman walaupun dia sudah merasa kita itu sahabatnya (pernah ngalamin sendiri ini!).