6.1.16

Ke Maribaya Bersama Teman Sebaya

On the second day of 2016 I have the opportunity to visit Maribaya in Lembang, Bandung. Saya berangkat bertiga bareng teman kuliah saya: Riani dan Dian (mereka bilang namanya gak usah disamarin hihihi) sekalian mengisi waktu cuti panjang kemarin. Sebenernya kami bertiga memang sering banget bikin wacana jalan. Dari eksplorasi the new Jatinangor (yang akhirnya gak jadi) sampe Bromo Trip (yang juga belum tau jadi apa enggak hehe), kami rajin banget mention-mention-an di IG kalau ada tempat yang kayaknya bakalan bisa dikunjungi banget. Dan kemaren akhirnya satu wacana telah terealisasi: MARIBAYA.

Penampakan bagian depan Maribaya Natural Hot Spring Resort.
Lembang itu memang destinasi favorit banget kalau wiken karena sekarang banyak tempat baru dibuka. Walaupun mungkin sama aja ya, daerah-daerah gunung gitu, dingin, jauh, desa, tentram, dan macet! Kelemahannya macet itu aja sih haha. Tapi tenang. Karena Maribaya belum HITS banget, jadi kemacetan hanya berlangsung sebentar saja. Alasan macet juga yang membuat kami memutuskan untuk berangkat pagi-pagi sekitar jam 7. Kami berangkat dari rumahnya Riani di daerah Cimahi Selatan bawa mobil disetirin sama Riani. Tapi macet memang gak bisa dihindari. Dua jam perjalanan kami habiskan karena macet tersebut. Alhamdulillah, macetnya cuma sampe Farm House (yang sekarang lagi IN banget). Selebihnya aman! Tapi jauh banget hehe.


Kanan ke kiri: Dian, Riani, Saya.
Nyampe sana sekitar jam 9, kami udah kelaperan banget. Sempet mau salah masuk karena sebelum Maribaya Natural Hot Spring itu ada Air Terjun gitu. Untungnya belum sempet bayar tiket dan kami pun berangkat menuju tempat tujuan yang sebenarnya. Gak terlalu banyak pengunjung pagi itu. Yah karena masih pagi itu sih. Pas mau makan juga kebeneran pizza yang kami mau makan secara berjamaah belum selese dibuat jadinya sambil kelaperan, kami pun mengeksplorasi tempat tersebut.
Kafe yang di luar baru buka. Makanannya belum ada!
Tempatnya dikelilingi gunung gitu. Seger banget.
Pemandangan lanjutan.
Dikelilingi pohon dan gunung!
Maribaya Natural Hot Spring baru dibuka pada 23 Desember 2015 kemaren. Katanya dulu belum dipugar kayak sekarang, masih hutan-hutan dan air terjun panas doang. Tapi setelah dipugar, jadinya lumayan oke. Kami kebeneran liat penampakan Maribaya pas liat IG-nya @infobandung sama @discoverbdg. Kayaknya asik gitu. Indahh gitu kan. Dan gak terlalu banyak orang.
Penampakan air terjun panas!
Air terjun part II.
Kami nyampe kafe pas banget dengan turunnya hujan deras. Jadinya kami pun makan pagi dengan menu nasi goreng dan mie goreng plus minuman berwarna sambil ngobrolin kehidupan ala ala mbak-mbak sophisticated gitu (yaelaa!). Makanannya lumayan enak, sayangnya nunggunya agak lama. Kafenya masih dikit banget jadi pilihan tempat makan terbatas gitu. Dan kami gak boleh bawa makanan/ minuman sendiri dari rumah karena bakalan disita. Kasian yang niatan mau piknik lho.
Lalu hujan berhenti dan kami pun melanjutkan eksplorasi. Jalanan mulai becek. Untungnya sebagian besar venue sudah ditembok sehingga yang becek palingan daerah tempat naek kuda aja. Sumpah saya pengen banget naek kuda. Sayangnya kudanya kecil-kecil dan yang naek cuma anak-anak kecil hahaha. Urung deh.

Tempat naek kuda.
Zaman sekarang adalah zamannya narsis. Apalah sebuah venue wisata tanpa spot foto yang oke. Itu juga yang jadi salah satu daya tarik Maribaya Natural Hot Spring. Spot foto yang oke melimpah. Kami sih gak narsis-narsis amat ya tapi buat daerah wajib selfie sih tentu aja kita udah sambangin hahaha.

Capek keliling-keliling, kami pun balik setelah solat Dhuhur. Musolanya lumayan enak sih. Cuma karena masih baru, sayangnya masih banyak lokasi yang belum dikembangin dengan baik. Saya termasuk kolektor gantungan kunci. Jadi saya punya banyak gantungan kunci yang ada tulisan venue yang saya kunjungin gitu. Sayangnya di sini belum ada, jadi bukti "been there, done that"-nya cuma foto-foto alay sajah.

Sky bridge?
Penampakan kafe utama di dalam venue.
Ini tempat bermain untuk anak-anak. Pengen ke situ tapi kayaknya ketuaan. Harus punya anak dulu kali -_-
Penampakan Maribaya pra renovasi.
Penampakan Maribaya pasca renovasi dan masih terus dikembangkan.
Perjalanan balik diwarnai dengan drama. Baliknya kan lewat Dago nih, kirain gak macet. Taunya macet banget! Mana jalanannya nanjak-turun gitu kan. Riani yang masih berperan sebagai supir kami (maafkan kami Ri!) sempet berhenti di daerah tanjakan karena dia gak mau ngantri macet di tempat yang menanjak. Beberapa mobil sempet neriakin kami tapi kami ketawa-ketawa aja yah karena daripada mobilnya mundur terus nabrak kan.
Selain itu ada juga drama pengendara mobil yang tidak teladan. Bayangin. Tu orang berhenti-berhenti sembarangan, terus makan dengan sembarangan, buang sampah ke luar mobil sembarangan, sama munt*ah sembarangan pula. Kasian Dian harus jadi saksi peristiwa-peristiwa sembarangan tersebut karena dia duduk di depan hehe. Untungnya setelah insiden ngantri di bawah tanjakan tadi, antara kami dan mobil tidak teladan itu terhalang beberapa mobil lain. Alhamdulillah berhentilah keluhan-keluhan yang me-mudhorot-kan itu dan perjalanan pulang pun diwarnai obrolan mbak-mbak sophisticated seperti sebelumnya.
Isi obrolannya nanti disambung deh ya di postingan selanjutnya. Tapi Maribaya Natural Hot Spring ini tempatnya lumayan oke buat kumpul keluarga gitu karena ada tempat maen anak-anak juga, termasuk kolam hot spring-nya. Next time deh.

*semua gambar diambil dengan Nexus 5 saya.

No comments:

Post a Comment

WOW Thank you!