Thursday, October 15, 2015

Thank You For Smoking

PROLOGUE

You may not know this but I REALLY REALLY hate smoking. I mean, come on. You put that cigarette on your mouth, and unlike Augustus Waters, you lit it, inhale it, and enjoy the smoke. Hey, perhaps you let it kill you in several years. Well, not everybody who smokes suffer from lung cancer or die faster than anyone who doesn't smoke. In fact I don't blame you if you enjoy your own smoke by yourself. But really, mind the smoke you produce by your smoking activity while you let it inhaled by people around you.

Itu baru asap rokok. Paling banyak kalau satu orang ngerokok bisa dibilang cuma 3 - 5 orang lah yang ngirup asepnya. Itu juga kalau dia ngerokoknya di tempat umum. Untungnya ada tempat spesial buat para perokok: smoking area atau smoking room. Yang dibakar juga cuma sebatang. Yang ngeluarin asep cuma alat pernapasan. Yang sakit paru-paru beberapa orang itu doang.

Gimana kalau yang ngerokok itu orang bego-rakus-penjahat dan yang dibakar itu berbatang-batang - bukan rokok - tapi pohon? HUTAN? Yang rusak hutan. Yang berasap beberapa provinsi. Yang sakit paru-paru warga negara yang tinggal di provinsi-provinsi tersebut. GENOSIDA.

Adek lelah diasapin bang. Hukz.

THE SMOKING AREA(S)


Sudah mau dua tahun saya mengembara di Palembang. Jadi sebenernya saya udah familiar dengan asap tahunan yang jadi penyakit di sini. Tapi ya sesuai sama yang dibilang di berita, asap taun ini memang spesial. Parah. Lama. Dan entah kapan kelarnya. Kalau dibilang sampe gak bisa napas ya enggak juga ya. Cuma baunya itu. Tapi kalau tiap hari terhalangi asap gini lama-lama ya sakit juga. Lebih ke sakit ati sih. Kok gini amat gitu kan. Mana bau.


Foto dari NASA. Sumatera dan Kalimantan sampe ketutupan asap gitu :( Sumber.

Saya jadi inget. Di daerah saya tinggal di Jawa Barat sini (kebeneran pas nulis ini lagi pulkam cihuy) khususnya sekitaran rumah, bakar-bakar sampah memang masih lumrah banget. Pasukan kuning yang suka ngambilin sampah dari rumah ke rumah tuh belum sampe ke tempat saya tinggal (gile desa bingit) jadi wajar kalau tuh sampah dibakar. Solusi tercepat dan termudah daripada menimbun yang mana juga butuh lahan dan tenaga ekstra. Nah dulu saya benci juga sama asap hasil bakar-bakar tersebut. Apalagi kalau yang dibakar itu sampah plastik. Bayangin baunya. Mana beracun.

Sumber.

Itu baru sampah rumah. Paling nyebar cuma sampe beberapa rumah di sekitarannya. Nah ini yang dibakar tuh hutan. Entah berapa hektar luasnya. Dan gak cuma itu. Hutannya berada di area gambut. Gambut lho. Calon batubara. Lama banget padamnya. Mana tebel.

FREQUENTLY ASKED QUESTIONS

Nah berhubung kabar asap ini sangat lebay di media dan orang-orang juga sering penasaran dengan keadaan kami (tsaaah), maka inilah sedikit life update dari saya. Sorry saya cuma bisa publish di blog soalnya belum mumpuni nulis artikel berbahasa serius hehe. Tapi ini Palembang doang ya. Serta, super subyektif.

Wawancara dulu bro. Sumber.

Q: Asapnya segimana?
A: Tebel sih, tapi gak tiap hari. Jarak pandang masih lumayan. Kadang sih kita sampe bisa liat serbuk debu hasil pembakaran gitu. Kayak salju (tapi gak segede-gede salju banget). Tau Walking Dead? Kadang kayak gitu. Kalau lagi gak parah palingan kayak ngebul-ngebul di film horror Indonesia aja. Setauku Riau atau Jambi bahkan Kalimantan sono lebih parah. #savesumatera #savekalimantan
Ini kalau lagi parah. Foto credit by RF Facebook.

Q: Pesawat masih bisa terbang?
A: Bisa tapi banyak yang delay atau cancel terutama kalau asap lagi tebel. Kita gak bisa prediksi asap hari ini bakal setebel apa. Jadi kalau ada sodara di Palembang bisa tanya. Atau lebih bagus kalau ada kenalan di bandara. Tanya aja. Status PM10 yang di BMKG (liat di sini) tidak bisa memprediksi juga. Baiknya untuk ISPU bisa minta ke Badan Lingkungan Hidup setempat. Ohiya kalau mau terbang dari atau ke Palembang enaknya jangan pagi atau sore banget atau malam karena jam-jam segitu biasanya asapnya lebih tebel dan pesawat gak mau terbang. Siang-sore lebih aman.

Q: Harus maskeran?
A: Disarankan (kalau ke luar rumah atau ruangan terbuka). Umumnya pada pake masker biasa karena yang tipe N95 itu ketat dan gak nyaman. Mana tebel. Terus ternyata pada belum tau ya belinya di mana. Guys, N95 itu masker kerja which means bukan masker kesehatan biasa sehingga wajar kalau gak ada di apotek. Bagusnya cari aja di toko peralatan safety, kontraktor, APD (Alat Pelindung Diri) atau toko pertukangan gitu.

Q: Sakit ISPA enggak?
A: Alhamdulillah enggak. Batuk dan sakit tenggorokan sudah umum sih tapi gak berkepanjangan. Yang kasian tuh bayi dan anak-anak. Jadi dibujuk aja supaya maskeran kalau ke luar rumah. Atau enggak, main-mainnya gak usah di luar rumah dulu lah.

Q: Katanya aer susah ya karena belum hujan dan aer Musi berkurang?
A: Tergantung. Alhamdulillah saya sih enggak segitunya. Cuma memang airnya kadang berasa sangit kayak asap.

Q: Kantor libur?
A: You wish. Hehe. Sekolah aja gak libur. Mungkin karena sudah biasa :(

Saya ngantor jalan kaki setiap hari kira-kira 200 m menuju kantor. Kayak inilah view-nya. No edit. Taken by me with my Nexus 5.
Q: Katanya pada dievakuasi ke luar daerah berasap?
A: Gak juga. Sebagian kantor sudah menerapkan pilihan tersebut tapi rata-rata orang lebih memilih berlindung di dalam rumah dan mengurangi aktivitas di luar. Lagian susah mau evakuasi. Kita gak tau asap akan bergerak ke mana lagi khususnya di Sumatera ini.

Q: Saran untuk yang ada di daerah berasap?
A: Jaga kesehatan. Makan makanan bergizi. Kurangi aktivitas di luar rumah kalau gak penting-penting banget terutama di pagi atau malam hari. Perhatikan sirkulasi udara di rumah atau kosan. Cek kesehatan ke dokter kalau sudah ada gejala aneh seperti batuk, bersin atau lemes kecuali kalau gejala males kerja (maklum lelah diasapin hiks). Terakhir, pake masker yang sesuai dan cepet diganti kalau udah gak nyaman. Jangan lupa bilang sama orang lain kalau kita baik-baik aja (pake senyum).

Q: Saran untuk yang di luar daerah berasap?
A: Cermat mengecek status penerbangan jika ada rencana mau ke daerah berasap. Jika tidak bisa berempati, simpati saja sudah cukup. Makasih banget lho. Doa adalah senjata utama. Bantuan konkret lebih disukai dibanding ikut-ikutan blaming others (misalnya nyalahin pemerintah atau curhat berlebihan di sosmed).
Orang Indonesia itu kreatif. Musibah aja bisa jadi meme. Asal gak lebay. Sumber: Instagram.
Q: Saran untuk yang bikin asap?
A: Saya harap bapak sadar. Bapak tuh kejem. Gak cuma sama alam, tapi juga manusia dan flora-fauna di dalamnya. Takut kan sama azab Allah? Tobat ya pak, sebelum meninggal. Atau kalau gak percaya Tuhan, yah paling enggak, kalau hati punya kan? Dipake. Tapi alhamdulillah lho pak. Berkat tingkah bapak, kami jadi belajar lebih sabar dan syukur serta menahan diri dari sumpah serapah supaya hidup tetap berkah walaupun ditimpa musibah. Hmm memang selalu ada hikmah di balik segala sesuatu yang bikin susah. Jadi buat anda, THANK YOU FOR SMOKING :).


It's a sarcasm. Diturunkan dari film sih hehe. Sumber.

EPILOGUE


Jadi begitulah kabar saya. Saya lho, bukan kami. Karena saya gak tau apakah semua orang di Palembang atau smoking area lainnya merasakan hal yang persis sama. Tapi insya Allah sih cukup mewakili. Dan berhubung bukan artis jadi gak ada yang beneran wawancara sih. Ngobrol sama stunt double aja hehe. Selebihnya, semoga kita semua kuat dan survive. Bukan cuma manusia aja yang kesian. Bayangin orang utan bayangin harimau yang sudah langka dan terancam punah. Akan ke mana mereka setelah ini? (ini beneran sedih hiks). Semoga juga recovery hutan juga cepet. Aamiin.

1 comment:

WOW Thank you!