Friday, June 17, 2011

A Sookie Story

Tanpa bermaksud ngebanding-bandingin tapi beberapa hari ini aku keranjingan baca novel serial Sookie Stackhouse dan rasa excited aku ngebaca novel ini lebih gede dibanding pas lagi baca Twilight Saga. Kenapa? Karena pada saat membaca novel tersebut,aku ngerasa kalau aku bener-bener masuk menjadi karakter di novel itu, yah jadi si Sookie-nya gitu. Si pengarang berhasil banget bikin pembacanya menyelami karakter tokoh utama dan bahkan punya sudut pandang yang sama dengan tokoh tersebut terhadap tokoh-tokoh lain yang bermunculan. Well, bukan 100% kehebatan pengarangnya juga sih, tapi penerjemahnya bener-bener ahli banget sehingga alurnya tetep ngalir dan humornya tetep kerasa lucu.

-1- Buku pertama Serial Sookie, versi terjemahan Indonesia

Serial Sookie Stackhouse ini, atau kalau di versi baratnya dibilang "A Southern Vampire Mystery" (Kisah vampir dari selatan), menceritakan tentang Sookie, seorang pelayan bar di daerah Bon Temps (Louisiana, USA) yang cantik namun aneh. Dibilang aneh karena dia bisa baca pikiran sehingga orang-orang di sekitarnya sering gak nyaman. Itulah sebabnya kenapa dia gak bisa punya pacar karena yah, apa sih enaknya pacaran sama orang yang bisa baca pikiran kamu? Semua berubah saat dia ketemu vampir (Bill Compton) yang jadi pacar pertamanya setelah aksi penyelamatan dramatis Sookie untuk Bill. Bill itu vampir,jadi Sookie gak bisa baca pikirannya. Layaknya semua kisah cinta dalam novel, Bill punya banyak saingan. Ada Eric, vampir yang juga atasan Bill; Alcide si werewolf; Quinn si weretiger; Calvin si werepanther dan Sam, bos bar yang ternyata seorang shape shifter (heran deh ko satu cewek direbutin sama makhluk-makhluk be-gi-ni).

Setelah mengalami berbagai peristiwa heboh di dunia penuh makhluk supernatural itu, Sookie akhirnya disadarkan kalau ternyata dia punya darah peri (ini menjelaskan kenapa Sookie begitu menarik di mata pria2 supernatural itu). Nah singkat kata, di buku terakhirnya, ada dua cowok (vampir) yang bersaing ngerebutin Sookie: Bill dan Eric. Jelas banget kalau Sookie milih Eric (coba liat ilustrasi cover novel yang versi aslinya:gambar Eric si vampir pirang banyak banget) tapi di saat2 terakhir, Sookie tiba2 merasa cinta lagi pada Bill. Dan, yang lebih nyebelin lagi, di buku terakhir, ujungnya masih ngegantung: kita cuma bisa nebak2 apakah Sookie itu akhirnya tetep cinta sama Eric atau balik lagi sama Bill. AAArrrgh.

Oke jadi apa hubungannya Sookie Stackhouse sama Twilight Saga? Gak ada sih, tapi kedua serial ini ngasih cerita yang temanya sama, tentang vampir yang jatuh cinta dengan manusia. Tapi sudut pandang dan penerjemahan mitos ke dalam dunia nyata dalam kedua novel itu cukup berbeda. Kalau di Twilight Saga, vampir itu gak takut matahari, bawang putih atau perak, maka di Serial Sookie semua mitos tersebut masih dibenarkan. Bahkan di Serial Sookie, vampir-vampir masih tidur di siang hari di dalam peti mati sementara di Twilight vampir sama sekali gak pernah tidur. Tapi untuk masalah penggambaran fisik, dua-duanya hampir sama. Misalnya vampir digambarkan sebagai makhluk yang sempurna secara fisik, mempunyai daya tarik yang luar biasa namun tetap memiliki sisi seram-nya sendiri - secara mereka itu orang mati yang hidup lagi menjadi makhluk lain.

Oke, tinggalkan masalah vampir. Tentang tokoh utamanya, yang ini ada miripnya ada bedanya. Kalo miripnya, Sookie Stackhouse dan Bella Swan (Twilight Saga) jelas sama-sama cinta vampir, terus sama-sama gak tegas dalam hubungan cinta (keduanya gampang banget digodain cowok.yikes), sama-sama punya kelebihan layaknya paranormal (Sookie bisa baca pikiran, Bella bisa bikin mind shield) dan dua-duanya punya pandangan skeptis soal hidup. Bayangin aja, Sookie yang yatim-piatu sejak kecil dan sering banget dianggap gila gara2 kemampuan baca pikirannya itu, tentu aja dia bersifat tertutup. Tapi seenggaknya dia pemberani dan menjunjung tinggi formalitas - oke ini mungkin bukan sifat baik. Sementara Bella, dia clumsy banget dan jauh lebih gak tegas dibanding Sookie. Sifat nekatnya itu nyebelin banget. Hmm mungkin karena kedua tokoh tersebut beda umur kali ya. Sookie dewasa muda sementara Bella itu pada dasarnya abege yang masih serba labil. Over all, aku suka dua-duanya.

Tanpa bermaksud membanding-bandingkan lagi nih, tapi kalau dari segi cerita, aku lebih suka Sookie. Kenapa? Karena kompleksitasnya (yang emang karena Sookie itu novel dewasa) lebih dalem dan gak seremeh-temeh masalah-masalah hidupnya Bella Swan. Kalau gak dibantu dengan visualisasi novel ke dalam film yang penokohannya kuat banget (oh yeah siapa juga yang gak suka Edward atau Jacob di Twilight), kayaknya agak males juga ya nyimaknya. FYI, aku pernah sempet rehat ngebaca Twilight pas di buku Eclipse karena Bella-nya ngotot banget pengen jadi vampir. It's annoying me. Buta banget sama cinta. Labiiiil. Ah tapi gatau juga kalau kita ada di posisi Bella, bayangin aja dicintai vampir sekeren Edward gitu. Brrrr. Ohiya tapi aku belum nonton Sookie yang versi TV sih. Judulnya True Blood. Yang jadi Sookie-nya Anna Paquin (agak meleset dari bayangan aku tentang Sookie).

-2- Twilight Cast
-3- True Blood Cast

Balik lagi ke masalah bukunya, Sookie itu dibikin oleh Charlaine Harris dan semuanya ada 8 buku:
1. Living Dead in Dallas
2. Club Dead
3. Dead To The World
4. Dead as a Doornail
5. Definitely Dead
6. All together Dead
7. From Dead to Worse
8. Dead and Gone
Aku sempet bingung pas awal-awal baca karena prolog-nya kayak resume gitu (jadi ceritanya bener-bener disingkat-singkat) dan ternyata eh ternyata itu merupakan resume dari novel prolog-nya: Dead Until Dark. Terus katanya lagi taun lalu ini ada buku lanjutannya, Dead in the Family,cuma belum ada versi bahasa Indonesia-nya * gile ye, semua judulnya ada kata "dead" (mati). Hmm berarti gak bener-bener ada delapan juga dong tuh serial. Yang versi Indonesia, penerbitnya Esensi (Erlangga group). Terjemahannya bagus. Enak banget dibaca. Tapi pliss diinget novel ini banyak biru-birunya (BB 17) jadi jangan baca dulu kalau belum cukup umur. Hohoho.
-4- Full series
-5- Prologue and epilogue

Next time aku pengen banget baca novel vampir-vampiran yang lain. Di list aku udah ada Anita Blake (Lauren K. Hamilton), Vampire Diaries, terus Dracula (belum baca nih). No matter what you think, may be I am a fang banger (semacam fan pire) far before Twilight fever. Cool huh? (atau weird mungkin?)


1 comment:

WOW Thank you!