Saturday, August 25, 2012

Drive to Survive

What I bring to work.

Kostum pabrik.
Akhir-akhir ini aku disibukkan dengan aktivitas di tempat kerja dan tempat tinggal sementara (baca: kosan). Tempat kerjaku ini letaknya di kawasan industri di Cilacap. Sedangkan tempat tinggal sementara-nya, kira-kira 4-5 KM dari tempat kerja (gak terlalu yakin juga sih soalnya aku buta jarak). Gak kerasa juga tau-tau saja aku di sini sudah mau sebulan. Dengan pekerjaan yang mulai terfokus (must I say, this is OJT IIIb!), dan tugas-tugas yang mulai jelas.

Kostum lab.
Ada berbagai macam hal yang membuatku kerasan dan juga kurang betah di sini. Yah..maksudku, memang selalu ada lebih dari satu sudut pandang dalam melihat sesuatu hal, termasuk pekerjaan ini.


Cuma satu hal yang agak menyebalkan di sini. Di sini super duper sepi (ini opini yang tercipta dari pemikiran lebay penulis semata) kalau dibandingkan dengan Jakarta (ya iyalah). Terutama dalam hal transportasi umum. Untuk orang yang gak bisa nyetir apa pun seperti aku, ini jelas kerugian besar! Sejak SMP aku terbiasa naik kendaraan umum untuk sekolah. Bahkan sampai kuliah dan kerja sampingan itu, aku masih setia dengan kendaraan umum meliputi angkot, ojek, dan bis damri.


Sekarang, di kota yang kurang ramah terhadap penggemar angkutan umum ini, rasanya luar biasa menyesakkan. Alhamdulillah, orang-orang kantor hampir semuanya membawa kendaraan sendiri (kebanyakan bawa motor) sehingga selalu ada yang bisa ditebengi untuk sekedar berangkat atau pulang kerja. Yang jadi masalah, kalau aku ingin ke luar di waktu atau hari lain selain waktu kerja. *speechless* Well, aku jadi ketergantungan! Dan sejujurnya aku bukanlah orang yang suka bergantung pada orang lain.
Aku: orang yang gak bisa mengendarai apapun -_-

Tapi dari segi kerjaannya, alhamdulillah, sebenarnya gak jauh-jauh dari kerjaan aku semasa kuliah (itu berjuta-juta tahun yang lalu sih). FYI, aku dikasih tempat OJT terakhir ini di laboratorium produksi. Kerjaannya kayak praktikum gitu. Tapi ya jelas tanggung jawabnya lebih besar dibanding pas kuliah jadi ya tidak bisa diremehkan juga. Bagus atau tidaknya kualitas produk salah satunya ditentukan dari bener atau enggaknya orang-orang di tempatku mengecek kualitas. Bahaya juga kalau aku kerjanya ngasal.

Sebenarnya ya, dulu pas kuliah itu, aku kurang suka praktikum. Mungkin itu karena aku bukan orang yang terampil. Otak sama tubuh ini kadang gak sinkron. Ha ha. Jadi kejadian yang terjadi tiap praktikum itu biasanya gini:

Ada 3 kemungkinan yang terjadi saat praktikum: 1. numpahin zat, 2. ngantuk, 3. sibuk dengan laptop.

Kayaknya, gak semua orang ditakdirkan untuk jago atau terampil buat praktek (gak cuma jago teori gitu), seperti aku misalnya. Tapi urusan bikin laporan, insya Allah sih gak ngasal. Soalnya aku selalu bikin laporan sendiri. Kebantu juga dari hobby nulis mungkin. Walhasil, di tempat kerja ini aku lebih banyak menekuri laptopku di meja kosong sebelahnya administrasi. Tugasku memang lebih ke ngurusin laporan dan mikirin rumus (yeah, rumus!).

Detailnya aku gak bisa ceritakan ya soalnya masalah ini confidential sekali. Jadi, anggaplah hal ini sebagai resep rahasia Krabby Patty jadi gak sembarang orang boleh tau.

Sekarang ini, sebagai bagian dari syarat lulus training sampai bisa diangkat jadi pegawai tetap, aku diharuskan bikin paper. Masalahnya sekarang, aku belum dapet inspirasi mau bahas apa! Sempat kepikiran satu dan lain hal sih. Tapi masih belum matang dan aku ragu apa bisa applicable ya nantinya. Well kita lihat saja nanti. Deadline semakin mendekat tapi inspirasinya malah lagi ngejauh. He he he. Bismillah..semoga cepat-cepat dapet ilham.

Hikmah yang paling penting saat ini kurasa adalah, sangat penting untuk bisa melakukan sesuatu yang berkaitan dengan kemandirian seperti bisa nyetir sendiri (nyetir apapun! name it). Or else, kamu akan merasa khawatir setiap hari karena yah..it's about survival.

By the way, kalau ada yang bertanya nih, apa gunanya sih aku nulis panjang-lebar gini, kayak laporan bulanan berbentuk diary tetek-bengek begini, terus di-share ke orang-orang biar dibaca, padahal maksudnya apaan? It's not that I have no one to talk to. Cuma seneng aja. Tau gak apa bedanya zaman pra sejarah dan zaman pra sejarah? Tulisan. That's why I write.

Memory... is the diary that we all carry about with us.

12 comments:

  1. dan aku baru berkunjung lagi to one of my most fav blog setelah berabad2 lamanya! (mau nyari smiley nutup muka kelamaan)
    kalo pake sepeda gimana dew? sekalian olahragaaa... hihihi.
    di Jakarta juga berasa sepi ah say belom ada partner in crime mah-kecuali suamiku gak sibuk kerja,,, kalo mau jalan sendiri dan rame sendiri, kan sekarang image-nya bukan orang gila lagi tapi istri orang. hha.
    missing you more!

    ReplyDelete
    Replies
    1. sistaaaaa (Screaming, annoying) lama tak jumpaaa. nahh itu dia say, coba dibaca ulang (aku: orang yang gak bisa nyetir APAPUN) wkwkwk.
      iya ihhh kangen menggila. salam ya buat ponakanku di dalam perutmu :)

      Delete
  2. I don't read Indonesian, and the online translator isn't great, but pictures say a thousand words, right? Some things seem the same even if they're half a world away. I love your post with your mother's drawings. My mom used to draw people and quit after babies too. Kind of sad, but it's nice to know we got our skills from our mothers.

    ReplyDelete
    Replies
    1. It's a quite tough decision for me to make everything in English since I am Indonesian, and right now my readers from Indonesia grow bigger.. Well next time I might need to make it bilingual to make everyone understood. Nice advice, Linda. Thanks a lot.:) So..drawing skill is like, genetically derived after all? :D

      Delete
  3. dew buat yang versi kosan dunk..jgn kntor aj...plus tokoh2nya y...hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. nanti aja kalau dah ada dek sia biar ramay hahaha

      Delete
  4. ilustrasinya keren :D
    dlu, aku juga naek angkot, klo gak y d anter, bgtu aku harus kuliah lagi dan kali ini ndak ada yg bisa anter, d tambah lagi harga angkot sekarang menggila. akhirnya terpaksa deh belajar speda motor. alhamdulillah deh sekarang udah berani, meskipun masih gratul2 nyetirnya. Hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih :)
      Susah gak belajar motor?hehe.aku juga harus bisa deh kalau begitu.
      \(-o-)/

      Delete
  5. Wow, your illustrations are wonderful!!!

    ReplyDelete
  6. hade gambarna dew,,mantep,,
    kkw kumaha beres??hahaha

    ReplyDelete
  7. kata Rasul, kita harus bisa renang, naik kuda, dan memanah.
    mungkin naik kuda itu sekarang relevan dengan bisa naik kendaraan transportasi.
    makannya waktu di PLC ada beberapa teman ku-push biar bisa renang, misal ragil sama topik.
    mudah2an sekarang mereka sudah bisa renang.
    memanah mungkin relevan dengan kemampuan menembak ya.
    insyaAllah udah tahu dikit2lah, kan alumni Cikole.
    hehehehee

    ReplyDelete

WOW Thank you!