I am actually in the middle of working - cie, kerja teross. Gak sih, soalnya kemarin sempat bolos satu setengah hari gara-gara HxNx - oke, kita biasa menyebutnya "flu" - sehingga saya merasa sudah terlalu lama libur tanpa cuti dan harus mengganti gap kosong yang kemarin saya tinggalin (still, "cie, kerja teross").
Baiklah. Saya ada deadline. Dia menunggu di pojok sana. Sendiri. Menatap sambil mengancam akan mematikan lampu. Mengingatkan bahwa listrik adalah sesuatu yang memberi nyawa pada apa yang sedang saya kerjakan. Dan saya malah menggambar, menggunakan listrik untuk sesuatu yang lain seperti main-main dengan Photoshop dan bahkan sekarang sedang menulis entry blog di sini. Oke. Dia menatap saya tambah tajam sekarang.
Haruskah saya lari sekarang? Soalnya untuk memenuhi si deadline ini, saya butuh energi. Energi saya lagi kurang banget. Flu dan beberapa hal gak penting sedang menguras energi saya. OMG makin dibiarkan, makin mau gila.
![]() |
Inspired by Nala Cat. Colored pencil and water color on plain paper. With ink and a help of Photoshop CC. |
Analoginya begitu sih. Dan ini gak terjadi sekali aja. Sudah berkali-kali. Agaknya tiap tahun begini banget deh. Di saat inspirasi sangat dibutuhkan dan harus dieksekusi, eh yang terjadi macam-macam: sakit flu, malas, futur, bengong, gak fokus, malas. Hehe. Termasuk, ada pengaruh dari perasaan kehilangan akibat ditinggalkan beberapa orang (atau hal) sekaligus. Yah, saya agak sensitif terhadap 'ditinggalkan'. Dalam beberapa kasus ini sangat merugikan sih, misalnya kita jadi melakukan banyak tugas sementara menunggu pengganti manusia-manusia (atau hal-hal) yang pergi.
It seems that the whole world is against me now. - January 6, 2017.
Oleh karena itu saya menjadi manic! Mmm gak tau deh apa istilah ini tepat. Pokoknya ada saat di mana kamu lagi banyak ide yang pengen diungkapkan tapi yang terjadi adalah, kamu mandeg. Kemudian cemas 'gak jelas, waswas dan sebagainya. Juga ada rasa g'ak percaya sama orang (atau hal), takut 'gak sejalan dan sebagainya. Mendengarkan musik pun jadi nyakitin kuping gitu. Entah karena sulit ngaturin prioritas ataukah kamu memang bukan eksekutor yang baik. Dan saat itu terjadi, kadar antusiasme yang kamu dapat dari sekitarmu ternyata kurang banyak! Gak heran si manic ini semakin menjadi-jadi.