Friday, November 28, 2014

Wawancara dengan si Pembohong

Tau Usopp? Itu lho, salah satu tokoh di anime One Piece yang bawa-bawa katapel, terus ternyata ahli bikin senjata, dsb. Usopp digambarkan sebagai laki-laki yang hidung panjangnya membuat kita familiar dengan tokoh dongeng Pinokio. Iya, Pinokio si boneka kayu yang tiba-tiba hidup. Hmm.. namun ternyata kesamaan Usopp dan Pinokio tidak sampai di situ saja.

Usopp dan Pinokio, sama-sama tukang bohong. Ah tapi ini bukan tentang mereka sih.

Originally made in 2012. Perempuan ini sedang merasa bersalah. *alah, ini ngegambar Christina Perri sebenernya.
Lying, is defined, in most basic terms, as “to intentionally mislead others when they expect honest communication” (Sam Harris, sumber).
Pernah bohong?

Selain Rosul SAW (dan ahlul bait, dan nabi serta orang maksum lainnya), barangkali gak ada deh manusia di dunia ini yang gak pernah bohong. Pernah denger pembohong kompulsif? Mungkin waktu awal-awal masuk SD saya pernah jadi orang kayak gitu. Iya. Berbohong untuk kesenangan dan gak butuh alasan khusus seperti berkelit dari kesalahan atau menjaga imaji. Kayak Usopp. Bohongnya dia sudah jadi penyakit, yang hanya bisa berhenti kalau dia insyaf atau kena azab (what??). 

Kenapa sih harus bohong?

Kayaknya seru aja gitu, menciptakan realita paralel yang kita karang sendiri, hanya untuk melihat apa efeknya terhadap orang-orang di sekitar. Pada tahapan yang lebih parah, penyakit ini mendorong adu domba (kayak penjajah aja ngadu domba), bahkan fitnah (yang lebih kejam daripada pembunuhan brooo).

Rasanya berbohong?


Aneh, deg-degan, tapi kayak ada kesenangan tersendiri aja gitu pada saat orang percaya kebohongan itu. Kayak, "makan tuh sampah!". Adiktif pula. Tapi kayaknya itu berlaku kalau ngebohongin musuh sih. Apalagi kalau musuhnya banyak. *evil smirk*

Katanya bohong itu tanda sayang? You know, like in that trashy-dangkal-malesin-najong relationship.

Beda. Bohong itu bukan tanda sayang. Bohong itu tanda meremehkan. Bayangin aja. Orang kan berani berbohong hanya pada orang lain yang dia anggep gak cukup pinter. Karena kalau orang pinter pasti susah ngebohonginnya. Ada sih, orang yang nganggep kalau orang yang gampang dibohongin itu berarti orang yang baik-tulus-husnudzon gitu. Okelah. Tapi orang baik gitu masih dibohongin? Hatinya gak dipake kali. Contoh yang sering terjadi misalkan seorang anak yang berani ngebohongin ibunya:

Ibu: Nak, tadi kamu pulang sekolah ke mana? Kok lama?
Anak: Hmm.. itu bu.. tiba-tiba disuruh piket ngegantiin si Budi yang absen (padahal abis maen PS di rumah temen).
Ibu: Oh.. ya sudah, berarti sekarang kamu capek ya. Ya udah bantuin ibu masaknya nanti aja udah istirahat.
Anak: Oke bu (merasa bersalah tapi seneng gak disuruh-suruh bantu ibu).

Itu contohnya anak kecil sih. Tapi tetep aja ngenes. Kamu yang sudah dewasa, tega? Jangan-jangan kamu menganggap ibu kamu b*go? Astaghfirulloh. Kayak gitu kamu masih bilang bohong itu tanda sayang? Hmm...

Kalau kebohongan putih gimana?

Tergantung sikon. But like I've said million times, for me, berbohong itu gak pernah ada yang putih. Kamu bisa tersenyum atau menunjukkan wajah Poker-mu ketika kamu tidak ingin menyampaikan sesuatu yang akan membuat orang sakit hati (karena itulah esensi kebohongan putih), tapi kalau bohong, tetap aja hitam.

Have you ever had to talk to the person you love most? To tell them it's going to be all right, when you know that it's not?... Tell your boy it'll be all right, Gordon. Lie. Like I lied. - Harvey Dent (The Dark Knight).
Rasanya dibohongi?

Oh itu, rasanya kayak apa ya.. ya sebagai pembohong, ketika saya dibohongi, itu rasanya kayak dipinterin dengan sadis dan tidak manusiawi. Apa ya.. out smarted by the bitter-est way. Berasa paling pinter karena bisa bohongin orang, ternyata saya juga dibohongin orang. Waduh. Gak banget deh. Saya bakal maafin mungkin ya, toh saya sendiri tukang bohong.

Tapi kalau lupain? Gak janji. Ternyata sakit sih soalnya.
Liar, liar, pants on fire
Liar, liar, stop your soul from catching
Fire, fire (The Used - Liar, Liar Burn In Hell)
Pembohong membenci pembohong lainnya. Kok bisa?

Sama aja seperti penjahat membenci penjahat lainnya. Emangnya ada, penjahat yang bergabung dalam suatu organisasi (misalnya mobs gitu) dengan dasar kepercayaan atau kasih sayang antar sesama apalagi gara-gara agama? Kalau liat dari film atau berita sih, gak ada.
Tau Prison Break? Salah satu tokohnya, T Bag, berkali-kali sok-sokan berkomplot dengan kriminal lainnya dan berkali-kali pula berkhianat dan dikhianati di komplotannya itu. Kayak gitu lah.

So.. masih akan terus berbohong?

Gak tau. Saya bisa bilang kalau sekarang saya menghargai banget kejujuran di atas banyak hal remeh lainnya. Makanya sudah lama saya berusaha selalu jujur - entah kalau khilaf terus bohong, tapi aneh banget sih kalau ada kebohongan yang gak disengaja (lagipula untuk apa? mau meremehkan siapa? tampaknya saat ini saya adalah orang yang paling remeh). Lagian saya Muslim dan saya tau bohong itu kan dosa. Ya, saya masih percaya dosa. Doakan ya semoga istiqomah. Saya gak mau aja gitu kebohongan itu balik lagi ke saya.

Itu bohong gak?

Biar orang lain yang memutuskan.

4 comments:

  1. Masalah umur pernah boong gak? perasaan saya iya deh...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haduh anonymous lagi. Tapi okay saya jawab. Kadang saya bohong kalo masalah umur. Daripada orang nanya "kenapa" loh ya. Capek nyeritainnya.

      Delete

WOW Thank you!