10.9.14

Mengunjungi Kompetitor: Day 1

Kenapa diberi judul mengunjungi kompetitor? Hehe. Agaknya pembaca (yang sudah lama menjadi pembaca terutama) sudah tau ya.. Yah pokoknya beberapa waktu lalu alhamdulillah saya diberi kesempatan untuk menjelajahi sebagian kecil negeri Jiran tempatnya perusahaan kompetitor itu berjaya. Karena postingan ini akan menjadi postingan yang sangat panjang, saya potong jadi beberapa bagian kali ya. Perlu saya ingatkan di sini bahwa saya gak akan ngasih tips traveling atau guide-post semacam itu. Saya hanya akan menceritakan sudut pandang saya. Jadi, kalau masih mau baca.. Enjoy, then!

PROLOG

Jiaelah pake prolog segala dah.. hehe. Tapi ini penting juga sih. Semua dimulai dari sebuah Line (Apa Whatsapp ya? Lupa sumpah) dari seorang teman, PI, sekitar bulan Juni tiba-tiba ngajakin pergi jauh. Jauh.. jauh ke luar kota. Ke Luar negeri malah. Hehe. Yups.

KL.

Backpackeran lah. Saya yang cupu dan jarang pelesiran apalagi backpacker-an ini karena keahlian teh PI untuk mempengaruhi, akhirnya saya terpengaruh dan mau ikutan. Yaaa sambil ogah-ogahan juga sih. Backpacker itu kan artinya saya harus repot sendiri, gak ada guide, harus berat-berat bawa tas sendiri (gak ditaro di mobil gitu), dsb. Bahkan cari jalan pun sendirian, atau nanya-nanya orang lokal. Saya gak jago English nih, jadi bayangkan betapa awkward-nya ntar kalau harus nyepik. Dan sejuta keraguan lainnya sampai..

27.8.14

Cinta dan Kebodohan Remeh yang Manis

CINTA?? WHAT??

Hehe.

Lupakan keterkejutan anda. Rasanya saya tiba-tiba kesamber petir (di pikiran saya) sehingga tiba-tiba ingin menulis tentang ini. Tentunya bukan cinta terhadap orang tua atau keluarga, atau orang yang dihormati, atau Tuhan. Ini cinta biasa. Yang difitrahkan antara lawan jenis, yang menuntut pada gharizah na'u alias keinginan melestarikan keturunan - pernikahan. Ini cinta biasa, dan hal-hal remeh lainnya.

Jatuh cinta rasanya kayak apa ya?

Biarlah temannya teman saya ini, sebut saja Bunga, yang menceritakannya buat kamu.

Gonna swing from a chandelier, only to play with the fear of being loved and fallen in love.
Saya, Bunga, wanita berumur dua puluh empat tahun tentu saja aneh kalau gak pernah jatuh cinta pada lawan jenis. Kalau dihitung-hitung, mungkin dua kali saya jatuh cinta. By the way, ini termasuk hal pribadi ya. Orang tua saya aja kayaknya gak tau soal ini. Teman-teman juga gak banyak yang tau. Mereka taunya saya lagi suka sama orang, ya..cuma biar keliatan normal aja (loh eh??).

Sampai suatu ketika.. JENG JENG!



6.8.14

Memilih Lingkaran

in·ner cir·cle
noun
  1. an exclusive group close to the center of power of an organization or movement, regarded as elitist and secretive.

Sejak jadi pengembara, bisa dikatakan saya beberapa kali berganti teman, atau kerennya sih "inner circle" alias lingkaran orang-orang yang sering barengan, kalau gak dikatakan geng. Walaupun tolok ukur jumlah teman tidak bisa dilihat dari jumlah teman di FB, follower di twitter ataupun Path. Well, mostly, teman di FB adalah semua orang yang kita kenal ditambah dengan orang yang punya teman yang sama dengan kita (mutual friends, dan jumlahnya bercabang-cabang), plus orang yang punya bisnis terus nge-Add kita, dsb. Twitter, lebih ke selera juga sih. Kadang orang-orang yang nge-follow kita itu entah siapa lah. Path? Dalam kasus saya, Path selain isinya teman seangkatan kuliah, seangkatan kerja, dan beberapa alumni satu sekolah (yang masih deket), isinya juga partner kerja yang kita kenal dan kebetulan pas hang out, dia ada dan mau di-tag gitu. Terus karena saya sudah pernah mutasi beberapa kali, maka teman kantor saya menjadi banyak banget. Ya.. gak semuanya dekat. Kenal biasa aja kebanyakan. So, where are my real friends?

Sumber
What we see isn't always what it means to be. Seperti, ada temanku yang kurasa cukup populer. Orangnya juga asik. Setiap nge-post di Path pasti emoticon atau komennya banyak. Ya.. yang komen sih biasanya itu-itu aja. Tapi tetep aja kalau gak temennya memang tukang komen, dia mungkin populer. Tapi tau nggak, ternyata pas kemaren kita ngobrol yang serius, dia gak ngerasa teman dia sebanyak itu. Dia bilang "susah berteman sama aku". Hmm.. sama sih aku juga gitu soalnya haha. Ya maksudnya 'gak gampang nganggap seseorang itu teman walaupun dia sudah merasa kita itu sahabatnya (pernah ngalamin sendiri ini!).

28.7.14

24th Ramadhan

Assalamu'alaykum, how's it going?

First of all I want to say, Happy Eid Mubarak 1435 H for everyone, may Allah accept our prayers, our ibadaat, and our good deeds.


This year's Ramadhan was very different within my 24 years life in this dunyaa. Well, I don't know. It's not like my first time I was away from my hometown or anything. In fact this was the 3rd time and I didn't feel bothered at all. Two years ago I was in Cilacap while the next year I was in Padang. This year? Obviously, Palembang. So, why should I bothered?

Perhaps, what makes this year's Ramadhan different was: