Thursday, January 14, 2016

Jakarta Ramai

Ramai banget berita hari ini. Semuanya tentang Jakarta. Semuanya sedih, sadis, mengejutkan, termasuk pro-kontra di dalamnya seperti apakah kita harus ikut-ikutan menyebarkan beritanya? Atau menyebarkan disturbing pictures para korban? Atau ikut-ikutan memposting melarang ikut-ikutan posting? (halah, membingungkan).


Kenapa gak boleh pake hashtag #PrayForJakarta? Saya mau kok. Berdoa kan boleh kapan aja tho? Gak harus pas kena musibah doang. Kita selalu mendoakan kota kita agar selalu baik-baik saja kan? Saya juga. Mungkin suatu saat saya bakal balik ke Jakarta (eaa ngarep). Kata orang hidup di Jakarta bakalan kayak robot. Kayak mesin. Kerja terus dan terus kerja. Macet. Tapi menurut saya sih seimbang kok. Fasilitas banyak. Kesempatan banyak. Ah enggak ding. Kesempatan ada di mana aja sih kalau kita teliti mencari.

Tapi satu yang saya suka dari Jakarta. Jakarta bisa bikin kuat. Carut marut, individualis, sibuk, macet, ruwet, kriminalitas tinggi. Tapi bikin kuat. Konon seorang penulis yang pernah tinggal lama di New York bilang,
If you can make it in New York, you can make it anywhere. Salah. Yang bener, "Kalau kamu bisa survive di Jakarta, kamu bisa survive di mana pun". - @Iwan9S10A
(Eaa pantesan saya ditaro di tempat-tempat jauh terus pas kerja. Rupanya saya pernah tinggal di Jakarta walaupun cuma beberapa bulan -____-"). 

Whatever. Kadang kekuatan itu butuh di-recharge. Pulang kampung jadi semacam pelarian, bukan pengisian daya habis pakai. Mungkin kekuatan saya udah mau habis. Beberapa bulan di Jakarta cuma cukup buat beberapa taun di tempat lain dimana saya sendirian. Tapi wallohu'alam. Gimana Allah ajalah.

#PrayForJakarta #JakartaStrong #IndonesiaKuat #GueKuat.