13.1.16

デスノート

Death Note alias Desu Noto (pelafalan Jepang) adalah salah satu judul manga yang sangat saya gandrungi sejak masa-masa awal kuliah. Bukan anime-nya yang ditayangkan berseri pada 2006-2007-an waktu itu yang bikin saya keranjingan. Manga-nya. Manga-nya super banget!

Ceritanya ada shinigami (Dewa Kematian) yang sengaja ngejatuhin buku Death Note di dunia manusia dimana kalau kita nulisin nama orang di buku itu, orang itu akan meninggal dalam 40 detik. Serem ya. Tapi bukan itu yang bikin saya cinta banget. Yang menarik adalah "perang" kecerdasan antara dua tokoh utamanya yang sama-sama jenius dan berpikir dengan saling melompati prediksi masing-masing.

Saya dulu punya temen-temen deket yang tiap pulang kuliah pasti mampir di tempat nyewa komik (namanya Byru, masih ada gak ya tempat itu hehe). Waktu itu Death Note belum diterbitkan sampai tamat di Indonesia sehingga sering banget ke situ cuma buat nungguin udah ada belum yaa bukunya hehe.
Sebenernya saya bukan penggemar Near. Tapi gambar Raito saya ilang T_T. Jadi inilah Near yang saya bikin tahun 2008-an.
Setelah menjadi anime, live action dorama berbasis movie (kalau gak salah ada 2 movie) pun muncul. Sempet menjadi HITS banget bahkan yang belum tau manga Death Note aja jadi tau. Semua gara-gara tokoh L (Eru) yang diperankan oleh Ken'ichi Matsuyama (kalau nonton One Liter of Tears pasti tau, itu senior yang ditaksir Aya) bener-bener setrong dan memorable. Akhirnya bermunculanlah penggemar-penggemar baru di sini yang suka Death Note karena jatuh cinta sama L yang diperanin Ken'ichi. Saya? Saya penggemar Yagami Raito dongs jadi gak terpengaruh. Sayangnya, Raito di manga beda banget sama Light (Raito) di live action. Uhm. Saya kecewa lah pokoknya.

Taun ini juga sama! Yup. Kemaren-kemaren saya baru tau (karena baru update lagi soal Jepang-Jepang-an) kalau Death Note ada lagi live action-nya! Daaaaan... SERIAL! Hihi. Mulainya taun kemarin dan saya kurang paham apa tamat atau nyambung ke season selanjutnya. Ini saya baru mulai nonton dan dua hari ini baru tamat satu episode. Maklum sekarang saya jarang begadang karena jam 9 malem aja udah ngantuk. Oke lupakan. Intinya.. Death Note.. Serialisasi. Wow banget bukaan??


Kiri ke kanan; Atas: Raito anime, Raito (Tatsuya Fujiwara) movie, Raito (Masataka Kubota) serial;
Bawah: Eru anime, Eru (Ken'ichi Matsuyama) movie, Eru (Yamazaki Kento) serial.
Jangan mengharapkan pengulangan yang plek jiplek sesuai manga atau animenya karena walaupun diserialkan dan gak sependek movie, serial ini beda banget. Ya dari segi cerita, latar, maupun tokoh. Karena baru nonton satu episode, saya belum bisa cerita banyak (dan gak akan ngasih spoiler! Hore!). Namun inilah beberapa perbedaan yang diperkenalkan dalam Death Note 2015:

Raito Yagami. Bisa ditolerir lah wkwk.
Sebagai penggemar Raito versi manga, saya masih kecewa dengan pemilihan aktornya. Raito di bayangan saya itu jahat, dingin, kejam, jenius, ganteng, dsb (tapi jahat mwahahah). Di movie saya gak merhatiin banget ya tapi di serial ini Raito-nya lebih manusiawi. Saat dia menggunakan Death Note untuk pertama kalinya, dia shock dan ketakutan. Kalau di anime agaknya dia dingin banget gak berperasaan. Pokoknya di serial ini Raito-nya gak se"datar" dan se"kalem" di manga. Banyak sisi humanis yang memperlihatkan kalau dia itu gak sempurna.

Raito shocked mengetahui Death Note berfungsi dengan baik.
Amane Misa yang di manga muncul belakangan sebagai Kira Kedua, dimunculkan di awal film sebagai seorang artis yang disukai Raito dan temannya. Ini salah satu sisi manusiawi Raito lagi nih. Di serial ini dia punya teman! Tapi yah teman basa-basi aja termasuk pas jadi groupies-nya Amane Misa (di film ini Misa masuk group idol gitu) karena Raito gak bener-bener ngefans sama Misa.

Raito dan "teman"nya, sedang jadi groupies Amane Misa.
Selanjutnya Eru! Kayaknya serial ini dedicated buat penggemar-penggemar Eru (lagi) deh. Soalnya Eru-nya cowok cantik gitu ahahah. Oke. Kakkoi. Tapi sayang. Dandanannya agak berlebihan gitu. Di manga dan movie, Eru pake kaos putih dan celana panjang item setiap hari. Di serial ini Eru pake pakaian apa aja yang serba putih, tapi malah jadinya cenderung unyu-modis-childish Boyband Korea gitu. Pakek cincin pula. Huft. Untung kakkoi. Jadi termaafkan. Semoga karakternya tidak mengecewakan soalnya di awal film sih dia terlihat flirty banget. IMHO lhooo.

Eru desu. Fix gue jadi penggemar Eru sekarang (eh?). No. Tetep Raito. Tapi jadi penggemar Yamazaki Kento.
Karena baru episode satu, filmnya baru sampe ke: Eru menantang Kira untuk saling menemukan. Siapa yang ditemukan duluan identitasnya maka dia yang kalah - dan mati. Hmm kalau udah baca manganya pasti tau dong bakal ke mana ceritanya. Tapi berhubung ini serial, dan sepertinya dibuat untuk memanjakan penggemar lama Death Note (terbukti dengan banyaknya tokoh yang harusnya muncul belakangan, malah muncul di depan), maka belum tentu ceritanya akan sama dengan di manga atau anime. Hmm oke BRB lanjutin nonton dulu deh. Semoga gak kecewa.

Ryuuk bilang "manusia memang menarik". Kok mirip setan ya wkwk (ini bahasa biasa, bukan bahasa umpatan).
Ja!

1 comment:

  1. Dedeeew, ini Nita. Aku sering main-main ke sini tapi jarang ninggalin jejak.. gomen. ^^"

    Btw, aku pernah ketemu orang yang (menurutku) mirip Raito lho..
    Well.. selain model rambutnya yang mirip Raito, auranya itu "smart dan elegan" (kalau Eru kan "smart dan acak-acakan", hehe)..
    Aku pernah nyinggung sedikit tentang dia di post-ku yg ini:
    http://engineerxscientist.blogspot.co.id/2014/01/tokyu-store-from-dr-pepper-to-sumimasen.html
    (hihi, maaf sekalian tukeran link :p)

    Btw, tokoh favoritku di Death Note adalah Mello, wkwkwk.. XD

    ReplyDelete

WOW Thank you!